<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cendekia.web.id &#187; Ronal Hutagalung</title>
	<atom:link href="http://cendekia.web.id/author/ronal-hutagalung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cendekia.web.id</link>
	<description>Berbagi cerita berbagi berita dan berkarlota</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 02:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>CHANGE or DIE !</title>
		<link>http://cendekia.web.id/2009/04/change-or-die.html</link>
		<comments>http://cendekia.web.id/2009/04/change-or-die.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 03:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/2009/04/change-or-die.html</guid>
		<description><![CDATA[(Disampaikan sebagai topic program “Just Ronal Hutagalung” di Go Radio, Tanggal 24 April 2009 pukul 21.00-23.00)
Seekor Elang dewasa terbang berputar-putar dengan sangat eloknya di atas sebuah padang rumput. Sorot matanya menatap dengan tajam ke arah seekor kelinci putih yang berada tepat di bawahnya. Rasa lapar yang menggerogoti perut tidak memaksanya untuk bertindak ceroboh. dengan penuh kehati-hatian dia menunggu saat yang tepat untuk menjemput makan siangnya.
setelah terbang berputar-putar beberapa kali dan merasa siap untuk menangkap si kelinci, dengan sayap yang terbuka lebar dan cakar yang tajam Elang inipun segera menukik tajam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Disampaikan sebagai topic program “Just Ronal Hutagalung” di Go Radio, Tanggal 24 April 2009 pukul 21.00-23.00)</p>
<p>Seekor Elang dewasa terbang berputar-putar dengan sangat eloknya di atas sebuah padang rumput. Sorot matanya menatap dengan tajam ke arah seekor kelinci putih yang berada tepat di bawahnya. Rasa lapar yang menggerogoti perut tidak memaksanya untuk bertindak ceroboh. dengan penuh kehati-hatian dia menunggu saat yang tepat untuk menjemput makan siangnya.</p>
<p>setelah terbang berputar-putar beberapa kali dan merasa siap untuk menangkap si kelinci, dengan sayap yang terbuka lebar dan cakar yang tajam Elang inipun segera menukik tajam kearah si kelinci dan berhasil menyergap serta mencengkeram erat si kelinci. Perasaan senang segera mengalahkan bunyi keroncong dari perutnya. </p>
<p>Setelah bernafas lega, Elang inipun segera bersiap untuk terbang membawa makan siang untuk dirinya sendiri dan anak-anaknya yang sedang menunggu di dalam sarang. Namun sayang, saat membawa mangsanya terbang. tiba-tiba, Brukkk. Kelinci tersebut jatuh terlepas dari cengkraman dan berlari terbirit-birit masuk kedalam hutan.</p>
<p>Tidak dapat lagi melihat mangsanya, Elang inipun kembali terbang ke puncak pohon tempat ia tinggal bersama dengan anak-anaknya. tentunya dengan perasaan kecewa dan rasa sakit diperut karena menahan lapar.</p>
<p>Kejadian yang dialaminya hari ini adalah kejadian yang sudah kesekian kalinya terjadi. sudah berminggu-minggu dia gagal menangkap mangsa dan mengalami kelaparan panjang. </p>
<p>Di usianya yang memasuki 40 tahun, banyak perubahan yang terjadi pada dirinya. bulunya yang sangat lebat menjadikan gerakan terbangnya menjadi semakin lambat dan tidak dapat terbang tinggi. Kuku-kuku yang berada di ujung cakarnya sudah menua sehingga sangat menyulitkan ketika digunakan untuk mencengkram. demikian juga dengan paruhnya yang dulu tajam, sekarang tidak mampu lagi menangkap mangsa karena kepanjangan dan bengkok kedalam hingga hampir menyentuh dada.</p>
<p>Menghadapi kenyataan ini, hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilihnya. Mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharusnya ia terbang ke atas puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan. Pertama-tama, Elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada sebuah batu keras sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruhnya terlepas, sang Elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali.<br />
Proses kedua adalah sang Elang harus mencabut satu per satu cakarnya yang menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabuti satu per satu bulu di sekujur tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus dijalaninya selama lima bulan.</p>
<p>Seekor Elang dewasa dapat hidup hingga usia 70 tahun. Saat memasuki usia 40 tahun Elang harus melakukan proses perubahan ini. Sebuah proses yang sangat menyakitkan namun memberikan sebuah harapan hidup baru, hingga 30 tahun lamanya.</p>
<p>Sebagaimana seekor Elang, manusiapun setiap harinya mengalami perubahan. Perubahan yang dengan sengaja kita niatkan dan lakukan, maupun perubahan yang diakibatkan oleh perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Perubahan merupakan sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Seorang pelatih sukses dan penulis buku best seller, Brian Tracy, berkata bahwa “Setiap harinya manusia berubah, jika tidak berubah menjadi lebih baik maka sudah pasti berubah menjadi lebih buruk”.</p>
<p>Sebuah hal yang mustahil bagi kita untuk menghindari perubahan. perubahan merupakan cara alam untuk menyeleksi seberapa pantas kita dapat hidup dengan baik. Seberapa pantas kita dapat tetap bertahan dalam sebuah pertandingan. Serta seberapa pantas kita untuk merasa bangga atau untuk dibanggakan.</p>
<p>Ingatkah Anda ketika awal kemunculannya, Band ST 12 hadir dengan nuansa musik beraliran Pop. Saat itu mereka harus bersaing dengan band-band yang telah lebih dulu ada dan memiliki begitu banyak fans seperti Sheila On Seven, Peter Pan, Naff, dan senior mereka Gigi. Sebuah tantangan yang sangat berat bagi sebuah band baru. hal ini pun menjadi semakin sulit dengan membanjirnya band-band baru yang juga beraliran yang sama. Akibatnya, impianpun masih jauh dari kenyataan. </p>
<p>Menghadapi lingkungan musik yang mengalami perubahan, yaitu menjadi jenuh dengan band-band aliran pop. Hanya ada dua pilihan berat bagi ST 12, yaitu bertahan dengan music popnya atau melakukan perubahan. Ke dua pilihan ini memiliki konseskuensi atau resiko berat. Jika ST 12 tetap bertahan dengan aliran popnya, secara pasti mereka akan kalah bersaing dan MATI. Jika mereka memilih untuk berubah, mereka harus siap dengan segala konsekuensi yang terjadi selama proses perubahan. </p>
<p>Setiap perubahan mengharuskan agennya untuk melakukan perpindahan dari area nyaman (comfort zone) ke area yang tidak nyaman (uncomfort zone). Sebuah proses yang senantiasa disertai oleh rasa takut, rasa cemas, rasa sakit, dan terkadang putus asa.</p>
<p>Karena keputusan band ST 12 untuk memilih BERUBAH dan bukan memilih MATI, mereka berhasil menjadi jawara di belantika music Indonesia. Mereka merubah aliran musiknya dari sekedar Pop menjadi Pop Melayu. Album mereka yang berjudul PUSPA berhasil meraih berbagai macam penghargaan. Menariknya, mereka berhasil berubah menjadi juara dengan salah satu single lagu di albumnya yang berjudul “Jangan Pernah Berubah”. Hingga saat artikel ini di tulis lagu tersebut masih bertengger di berbagai chart music popular. </p>
<p>Dalam konteks bisnis, keputusan untuk berubah telah menyelamatkan perusahaan dari kematian. salah satu contohnya adalah PT. Telkom. Sebagaimana perusahaan BUMN lainnya pada masa itu, hingga tahun 1988 Perumtel memiliki begitu banyak masalah. Komplain konsumen terhadap buruknya pelayanan hampir setiap saat menghiasai menghiasi media massa. Sementara saat itu jumlah karyawannya mencapai 46 ribu orang dengan 900 ribu satuan sambungan. Jika dihitung-hitung, itu sama artinya setiap karyawan hanya melayani kurang dari 20 sambungan telepon. </p>
<p>Menghadapi kondisi ini, Perumtel harus segera memilih untuk BERUBAH atau MATI. Akhirnya diputuskanlah untuk berubah dan menunjuk Ir. Cacuk Sudariyanto sebagai kapten kapalnya. Cacuk akhirnya menemukan tiga masalah fundamental yang harus segera dibenahi, yaitu aspek financial, laporan keuangan, dan SDM perusahaan. Perubahan pun segera dilakukan dengan membenahi ke tiga aspek tersebut. Singkat cerita, dalam masa kepemimpinan Cacuk yang relative singkat (1988- 1992) PT. Telkom telah memiliki 3,5 juta satuan sambungan dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik.<br />
Hingga saat ini PT. Telkom masih terus melakukan perubahan. Jika tidak BERUBAH, tentunya harus bersiap untuk MATI. Lingkungan saat ini berubah dengan sangat cepat mengikuti perkembangan jaman. Kecepatan dan fleksibilitas menjadi hal yang penting. Akses Internet menjadi sebuah kebutuhan baru. Hadirnya teknologi seluler menjadikan masyarakat lebih menyukai menggunakan handphone GSM ataupun CDMA sebagai alat komunikasinya. Anda tentu sudah tahu inovasi apa yang dilakukan PT. Telkom dalam menyikapi perubahan ini.</p>
<p>Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari? Setiap keputusan yang pernah kita ambil maupun lingkungan saat ini telah menjadikan hidup kita berubah. Jika kemarin Anda sakit kemudian hari ini sehat, Artinya Anda berubah menjadi lebih baik. Jika Anda kemarin pesimis dan kemudian hari ini merasa optimis, artinya Anda berubah menjadi lebih baik. Namun jika kemarin Anda merasa bahagia dan hari ini merasa sedih, artinya anda berubah menjadi tidak baik.</p>
<p>Bagaiman kondisi tubuh, pikiran dan perasaan yang kita jalani saat ini merupakan pencerminan kearah mana hidup kita sedang berubah. Jika tubuh, pikiran dan perasaan Anda positif, itu berarti Anda sedang berada di jalur rel yang tepat dan membawa Anda pada kehidupan yang lebih baik. Anda memilih untuk BERUBAH menjadi lebih baik.</p>
<p>Namun jika saat ini tubuh, pikiran dan perasaan Anda negative, Anda tentu tahu kemana ujung dari perjalanan Anda. Dengan tetap membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut, artinya Anda telah memutuskan untuk tidak BERUBAH. Anda memilih untuk MATI!</p>
<p>Salam Smart</p>
<p>NB : Anda memang tidak dapat menghindari perubahan dalam hidup. Karena itu saya siap membantu Anda serta selalu berdoa dan berharap agar perubahan apapun dalam hidup Anda senantiasa menuju pada kebaikan. Mari kita pastikan bersama bahwa hidup Anda berubah menjadi lebih baik dari hari kehari. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cendekia.web.id/2009/04/change-or-die.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kata Mereka Anak Saya Hiperaktif!</title>
		<link>http://cendekia.web.id/2009/04/kata-mereka-anak-saya-hiperaktif.html</link>
		<comments>http://cendekia.web.id/2009/04/kata-mereka-anak-saya-hiperaktif.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 05:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/2009/04/kata-mereka-anak-saya-hiperaktif.html</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah sesi coffea break dalam seminar Parenting yang saya adakan, beberapa orang Ibu mendekat dan curhat tentang permasalahan yang dihadapinya. Salah seorang ibu memulai percakapan dengan sebuah keluhan “Pak Ronal, saya kewalahan menghadapi anak saya yang tidak bisa diam. Beberapa kali saya ketemu dengan guru-gurunya yang melaporkan bahwa anak saya ketika jam pelajaran suka mondar-mandir di kelas. Tidak bisa diam”. Salah seorang ibu langsung menyambung pembicaraan “Anak saya juga sama Pak, Kata gurunya anak saya termasuk anak yang hiperaktif dan susah konsentrasi, jadinya  sekarang anak saya ditempatkan di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah sesi coffea break dalam seminar Parenting yang saya adakan, beberapa orang Ibu mendekat dan curhat tentang permasalahan yang dihadapinya. Salah seorang ibu memulai percakapan dengan sebuah keluhan “Pak Ronal, saya kewalahan menghadapi anak saya yang tidak bisa diam. Beberapa kali saya ketemu dengan guru-gurunya yang melaporkan bahwa anak saya ketika jam pelajaran suka mondar-mandir di kelas. Tidak bisa diam”. Salah seorang ibu langsung menyambung pembicaraan “Anak saya juga sama Pak, Kata gurunya anak saya termasuk anak yang hiperaktif dan susah konsentrasi, jadinya  sekarang anak saya ditempatkan di kelas khusus anak-anak hiperaktif”.<br />
Sayapun bertanya kepada ibu-ibu tadi “Kalau nilai-nilai pelajarannya gimana Bu?” Ibu yang pertama menjawab “Nilainya bagus-bagus Pak, sering saya heran dengan Anak saya. Ketika diajarin sesuatu sepertinya dia tidak perduli, tapi ketika dua atau tiga hari kemudian saya tanyakan tentang apa yang saya ajarkan dia malah ingat dengan baik”. “Bagaimana dengan Ibu?” Tanya saya kepada Ibu yang kedua. “Ketika awal sekolah nilainya bagus Pak, tetapi semakin lama semakin menurun. padahal setahu saya anak saya termasuk anak yang baik dan nurut pada orang tua” Jawabnya dengan nada rendah.<br />
Permasalahan yang disampaikan oleh kedua Ibu tadi adalah permasalahan yang juga dihadapi oleh banyak orang tua saat ini. Pertanyaan seperti di atas sering muncul dalam setiap sesi seminar saya. Keluhan tentang anaknya yang oleh pihak sekolah di “cap” sebagai anak yang hiperaktif, tidak bisa diam, susah konsentrasi, dan dianggap nakal.<br />
Sebagai orang tua, sayapun dapat memaklumi bagaimana perasaan para orang tua yang anaknya cenderung dianggap memiliki ciri-ciri anak hiperaktif oleh masyarakat umum khususnya pihak sekolah. Orang tua mana yang senang jika anaknya dianggap “bermasalah” dan menjadi “sumber masalah” bagi teman-temannya? Tentu saja tidak seorang pun.<br />
Apa yang sebenarnya terjadi adalah bukanlah karena si anak yang “bermasalah”, akan tetapi seringkali dari pihak sekolah yang tidak mengerti “masalah” yang sebenarnya. Saya yakin bahwa setiap anak manusia yang dilahirkan adalah ciptaan-Nya yang sempurna. Sempurna dengan segala keunikannya. Sempurna dengan segala kemampuannya yang beragam. Bukankah Dia berkata bahwa “Sungguh Aku telah ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk.”<br />
Hingga saat ini sistem pendidikan kita masih mengacu pada metode pendidikan  dan psikologi yang konvensional. Sistem pendidikan kita masih menerapkan kaidah-kaidah pembelajaran yang kaku dan keliru. Anak dianggap normal ketika selama proses pembelajaran berlangsung cenderung berperilaku duduk diam  (duduk manis), tidak banyak bergerak, pandangan mata selalu kedepan, tangan selalu memegang pensil atau pena, penurut,  dan tekun mengerjakan sesuatu yang ditugaskan oleh gurunya. Di luar dari kriteria tersebut, anak dianggap TIDAK NORMAL atau HIPERAKTIF.<br />
Seorang psikolog perkembangan anak dan sekaligus peneliti, Alison Gopnik, mengatakan bahwa begitu banyak pandangan-pandangan psikologi masa lalu yang sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan  pengetahuan tentang anak. Selama 30 tahun terakhir para ahli psikologi dan ilmuan peneliti otak telah berhasil menguak begitu banyak rahasia otak yang tidak terjelaskan lebih dari 70 tahun lamanya.<br />
Dengan berkembangnya pengetahuan manusia tentang otak, apabila kita ingin melihat seorang anak itu normal atau tidak; maka acuan terbesarnya adalah pada struktur dan system kerja otak. Penggunaan aspek perilaku dalam pemberian kriteria apakah  seorang anak itu normal atau tidak merupakan  hal yang keliru. Perilaku setiap anak merupakan hasil dari proses berpikir dan program yang berjalan di dalam otaknya. Selanjutnya proses berpikir dan program ini sangat ditentukan oleh apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan anak terhadap lingkungan sekitarnya.<br />
Dalam bukunya, Brain Child, Tony Buzan menjelaskan bahwa setiap anak dilahirkan dengan segala keunikan fisik maupun mental. Tidak ada satu orangpun di muka bumi ini yang sama persis, bahkan dua orang kembar identikpun. karena inilah setiap anak memiliki cara berpikir berbeda, gaya belajar berbeda, dan respon berbeda terhadap sesuatu yang sama.<br />
Selama lebih dari 30 tahun terakhir kita telah banyak membongkar tentang rahasia otak anak yang menunjukkan bahwa banyak sekali anak yang dulunya dikatakan sebagai anak hiperaktif  namun ternyata adalah anak Kinestetik yang cara belajarnya mengandalkan pergerakan tubuh dan eksperiment. Anak-anak yang dulu dikatakan sebagai disleksia ternyata adalah anak yang lebih dominan menggunakan otak kanannya dalam belajar, dan banyak lagi.<br />
Saya pernah memiliki pengalaman mengikuti sebuah workshop sehari yang mengharuskan pesertanya duduk diam selama berjam-jam dari pagi sampai sore, ditempat yang tidak memiliki system pendingin (AC), mendengarkan pemateri yang berbicara sambil duduk manis di belakang meja pemateri dan  membacakan materi yang ditampilkan dilayar LCD dengan nada suara  yang monoton. Meski yang memberikan materi adalah seorang professor, sepanjang workshop saya duduk gelisah sambil terkantuk-kantuk.<br />
Jika Anda ikut serta dalam workshop tersebut, seperti apa perasaan Anda? Sebagai orang dewasa, secara umum kita akan merasa  gelisah, bosan, dan terkantuk-kantuk apabila duduk selama lebih dari 2 jam tanpa boleh melakukan aktifitas lainnya selain memperhatikan kedepan, mendengarkan, dan mengerjakan perintah.<br />
Nah, Anda tentunya bisa juga membayangkan bagaimana rasanya jika seorang anak diharuskan untuk duduk selama berjam-jam disebuah kursi yang sangat keras, di ruangan yang sama sepanjang waktu dalam rentang waktu berbulan-bulan sambil dipaksa memperhatikan seorang guru yang mengajar dengan cara monoton, suara yang datar, dan tidak bersemangat. Sementara kita tahu bahwa secara fitrah, seorang anak alaminya senantiasa bergerak, penuh rasa ingin tahu, selalu tertarik dengan sesuatu yang baru meski hanya beberapa menit.<br />
Salah satu program mendasar pada pikiran manusia adalah tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik, penting, dan menyenangkan. Mari kita perhatikan secara seksama. Pada situasi tertentu, seorang anak, termasuk yang dianggap hiperaktif, tidak bisa diam, dan sulit konsentrasi dapat fokus pada suatu hal dalam durasi yang jauh lebih lama dibandingkan orang-orang dewasa. Dia akan tetap di tempat untuk memperhatikan objek tersebut meskipun orang tua atau guru sudah mengajaknya beranjak pergi. Pernahkah hal tersebut terjadi pada anak atau siswa anda…? Ya! saat Anda mendapatinya sedang asyik mengutak-atik sesuatu, bermain, membaca komik kesukaannya, atau ketika Anda mengajaknya berkunjung ke kebun binatang.<br />
Dengan demikian, pertanyaan yang seharusnya kita tanyakan adalah apakah anak yang sulit konsentrasi atau pelajarannya yang tidak menarik? apakah Anak yang tidak bisa diam ataukah gurunya yang menyampaikan pelajaran dengan gaya yang membosankan? Apakah anak yang “bermasalah” atau gurunya yang “bermasalah” karena tidak memahami tentang gaya belajar anak dan psikologi manusia? Ketty Pasek pernah berkata “Menurut saya sesungguhnya bukan anak kita yang hiperaktif, melainkan yang ada adalah sekolah yang hiperpasif.”<br />
Selama ini sangat jarang orang tua maupun guru yang terus belajar bagaimana cara mendidik dan mengajar anak. Kebanyakan bisanya sekedar membidik dan menghajar anak. Sebagai orang yang perduli terhadap pendidikan dan masa depan anak, sebuah keharusan bagi kita untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang anak. Marilah kita terus melakukan transformasi dalam metode pengajaran dan pendidikan anak sehingga menjadikan proses belajar menjadi sebuah hal yang menyenangkan dan diidam-idamkan oleh setiap anak. Sudahkah Anda belajar sesuatu untuk anak Anda hari ini?<br />
salam smart</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cendekia.web.id/2009/04/kata-mereka-anak-saya-hiperaktif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Seseorang bisa melakukan sesuatu,  Siapa saja bisa belajar melakukannya.</title>
		<link>http://cendekia.web.id/2009/04/jika-seseorang-bisa-melakukan-sesuatu-siapa-saja-bisa-belajar-melakukannya.html</link>
		<comments>http://cendekia.web.id/2009/04/jika-seseorang-bisa-melakukan-sesuatu-siapa-saja-bisa-belajar-melakukannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 06:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/2009/04/jika-seseorang-bisa-melakukan-sesuatu-siapa-saja-bisa-belajar-melakukannya.html</guid>
		<description><![CDATA[Jika Seseorang bisa melakukan sesuatu,  Siapa saja bisa belajar melakukannya.
Pada tahun 1893 Wright bersaudara memulai ide besarnya untuk menciptakan sebuah pesawat terbang. mendengar hal tersebut, semua orang tertawa geli dan menganggap ide yang dilontarkan oleh Wright bersaudara adalah sesuatu yang gila dan tidak masuk akal alias mustahil. Tidak mungkin sebuah benda yang terbuat dari besi bisa terbang seperti layaknya seekor burung. Apalagi mereka berdua hanyalah tukang reparasi sepeda.
Berkat semangat yang tidak pernah putus, Wright bersaudara terus mencoba berbagai macam hal untuk mewujudkan cita-citanya. Ratusan kali mesin buatan mereka rusak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Seseorang bisa melakukan sesuatu,  Siapa saja bisa belajar melakukannya.</p>
<p>Pada tahun 1893 Wright bersaudara memulai ide besarnya untuk menciptakan sebuah pesawat terbang. mendengar hal tersebut, semua orang tertawa geli dan menganggap ide yang dilontarkan oleh Wright bersaudara adalah sesuatu yang gila dan tidak masuk akal alias mustahil. Tidak mungkin sebuah benda yang terbuat dari besi bisa terbang seperti layaknya seekor burung. Apalagi mereka berdua hanyalah tukang reparasi sepeda.<br />
Berkat semangat yang tidak pernah putus, Wright bersaudara terus mencoba berbagai macam hal untuk mewujudkan cita-citanya. Ratusan kali mesin buatan mereka rusak dan patah diterjang angin ketika baru akan dicoba. Akhirnya pada tahun 1903, mereka berhasil mewujudkan mimpi itu dengan membuat pesawat terbang pertama yang berhasil mengudara. Hal yang dianggap tidak mungkin menjadi Mungkin.<br />
Berlari sejauh 1 mil dengan catatan waktu kurang dari empat menit adalah sesuatu yang dianggap mustahil pada tahun 1950-an. dalam berbagai perlombaan yang dilakukan, rata-rata para pelari dapat mencatatkan waktu lebih dari 4 menit untuk jarak 1 mi. Hingga pada tahun 1954, seorang pelari bernama Roger Bannister berhasil melakukannya dengan catatan rekor 3 menit 59,6 detik, dan menjadi sebuah rekor luar biasa saat itu.<br />
Wright bersaudara dan Roger banister adalah orang-orang yang sanggup membuktikan bahwa sesuatu yang dianggap tidak mungkin, dapat menjadi mungkin. Anything is Possible.<br />
Yang lebih menarik lagi adalah, sesuatu yang awalnya di anggap tidak mungkin tersebut saat ini menjadi hal yang sangat mungkin dikarenakan dapat dilakukan oleh banyak orang.<br />
Saat ini ratusan perusahaan di dunia menciptakan pesawat terbang dengan berbagai pengembangan terbaru. Rekor lari Roger Bannister telah ribuan kali dipecahkan oleh orang-orang sesudahnya. saat ini yang memegang rekor lari satu mil tersebut adalah pelari asal Morocco, yaitu Hicham El Guerrouj dengan catatanwaktu 3 menit 43,13 detik atau 16 detik lebih cepat dari catatan rekor Banister. Demikian juga Eamon Coghlan mampu mengalahkan catatan rekor Bannister dengan waktu 3 menit 58,16 detik, pada usia 41 tahun. Kini, beberapa pelari SMA juga mampu berlari lebih cepat daripada Bannister. Dr. Greg White, seorang dokter olahraga bahkan memprediksikan bahwa pada tahun 2034 nanti, akan ada seseorang yang mampu berlari menembus batas waktu 3 menit 30 detik.<br />
Jika sesuatu yang dianggap tidak mungkin dilakukan ternyata dapat dilakukan. tentunya apa yang telah orang lain lakukan dapat juga kamu belajar untuk melakukannya.<br />
4.	Strategi yang sama menghasilkan hasil yang sama<br />
Seorang kawan mengeluh tentang hidupnya yang statis. tidak banyak perubahan yang dialaminya dalam 10 tahun terakhir. masih tinggal di rumah yang sama. pergi kemana-mana dengan kenderaan yang sama. dan setiap hari mengeluhkan hal yang sama.<br />
Meski gaji yang diterimanya sekarang lebih banyak jika dibandingkan dengan gaji yang diterimanya saat pertama kali bekerja. Tidak dapat memberikan perubahan berarti bagi kehidupan ekonominya.<br />
demikian juga kisah tentang Anto yang senantiasa kecewa dengan dirinya. meski telah berusaha dengan keras untuk mendapatkan prestasi disekolahnya, Anto tetap gagal dalam mewujudkan impiannya.<br />
Sang jenius Albert Einstein pernah berkata bahwa definisi gila adalah ketika seseorang mengharapkan hasil berbeda sementara yang dilakukan selalu sama. Mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama adalah sesuatu yang mustahil. tidak mungkin kamu mengharapkan pohon yang kamu siram berbuah Apel jika bibit yang kamu tanam adalah bibit Mangga.<br />
Jika kamu melakukan “A” maka hasilnya pastilah “A”. Jika yang kamu lakukan adalah “B”, sudah barang tentu hasilnya adalah “B”. Kamu tidak akan pernah mendapatkan “A” jika apa yang kamu lakukan adalah “B”, demikian sebaliknya kamu tidak akan mendapatkan “B” jika yang kamu lakukan adalah “A”.<br />
Bingung? tenang saja, seorang terapis dan penulis, Mandy Evan, berkata : “Kebingungan adalah kondisi pikiran yang mendahului kejelasan.” DIsaat kamu bingung, maka disaat itupula berarti kamu sedang berpikir. Disaat kamu berpikir, secara pelan tetapi pasti otak kamu akan menghadirkan kejelasan dari apa yang kamu pikirkan.<br />
Seorang remaja yang setiap harinya main Play Station belum tentu dapat mahir bermain sepak bola. meski permainan PS kesukaannya adalah sepak bola, karena bermain sepak bola secara virtual membutuhkan strategi berbeda dibandingkan bermain sepak bola secara nyata.<br />
Menjadi siswa berprestasi secara akademik memiliki strategi berbeda dengan menjadi pemain sepakbola yang hebat. jika kamu rajin belajar, kamu kemungkinan besar tidak dapat menjadi pesepak bola yang mahir. tapi jika kamu rajin bermain dan berlatih sepak bola setiap harinya, kamu perlu meralat impianmu untuk menjadi juara kelas atau berprestasi secara akademik.<br />
segala pencapaian yang di impikan oleh setiap orang memiliki strategi. untuk menjadi pengusaha sukses, ada strateginya. Ingin menjadi orang populer, ada strateginya. Supaya menjadi sang juara juga ada strateginya. yang kamu perlukan adalah bagaimana menemukan strategi mendapatkan apa yang kamu inginkan tersebut.<br />
Mungkin kamu bertanya, bagaimana mengetahui strategi yang tepat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan?<br />
Seorang manajer yang baru saja dipromosikan bertanya kepada manajer senior “Bagaimana strategi yang Anda gunakan sehingga selalu bisa mengambil keputusan secara tepat?” Manajer Senior pun menjawab dengan serius “Keputusan yang tepat diperoleh dari pengalaman dalam memutuskan sesuatu secara benar”. “ Lalu bagaimana caranya untuk memiliki pengalaman memutuskan sesuatu secara benar?” kejar sang manajer baru. “Keputusan yang benar diperoleh dari pengalaman memutuskan sesuatu secara salah” Jawab manajer senior dengan mantap.<br />
Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa “pengalaman adalah guru terbaik”. hal tersebut betul adanya dikarenakan ketika kita mengalaminya secara langsung, kita dapat mendapatkan hikmahnya secara langsung pula. namun jika kita mencari “guru yang bijak”, maka letaknya ada pada “pengalaman orang lain”. Ya, Kamu tidak salah membacanya. saya ulangi lagi. “Pengalaman orang lain adalah guru yang paling bijak”<br />
Lalu apa kaitannya dengan strategi? Saat ini informasi untuk mendapatkan strategi yang tepat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan sangatlah mudah. di toko-toko buku begitu banyak buku self help atau how to yang mengajarkan berbagai macam strategi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. berbagai seminar dan workshop di adakan setiap bulannya untuk mengajarkan orang secara langsung berbagai strategi yang mereka butuhkan dalam kehidupan.<br />
untuk menjadi seorang penjual yang sukses, kamu tidak harus menemukan strategi sendiri. menghabiskan puluhan tahun dengan berbagai macam eksperimen dan ribuan kali penolakan. dengan membaca buku atau mengikuti seminar tentang bagaimana menjadi seorang penjual professional kamu diajarkan tentang bagaimana strategi berhadapan dengan pelanggan dan melakukan penutupan penjualan.<br />
Salah satu buku hebat yang mengajarkan kepada pembacanya tentang strategi bagaimana mendapatkan apapun yang di idamkan adalah The Attractor Factor karya Joe Vitale. Joe Vitale adalah salah satu mentor penulis idola saya, buku-bukunya yang lain seperti Hypno Writing dan Buying Trance sangat menginspirasi dan mengilhami saya.<br />
Menurut Joe Vitale, ada strategi sederhana untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu dengan memanfaatkan factor penarik. strategi ini didasarkan atas sebuah hipotesis bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan untuk menarik apapun yang dipikirkannya. jika yang dipikirkan adalah hal yang negative, maka hal yang negative juga yang akan datang pada diri orang tersebut. demikian sebaliknya jika hal positif yang menjadi buah pikiran dari seseorang, maka segala hal positif akan mendatangi orang tersebut.<br />
masih menurut Joe Vitale, alasan orang-orang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam kehidupannya adalah karena mereka seringkali tidak meminta apa yang mereka inginkan, melainkan apa yang mereka tidak inginkan. sebagai contoh, bukannya meminta untuk memiliki uang Rp. 100.000.000 tetapi meminta untuk tidak miskin dan menderita. karena yang ada dalam pikirannya adalah miskin dan menderita, maka itulah yang mereka dapatkan.<br />
Dalam buku The Attractor factor, Joe Vitale menuliskan 5 langkah yang merupakan strategi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, yaitu :<br />
1.	Tuliskan apa yang tidak kamu inginkan<br />
2.	Tuliskan apa yang kamu inginkan<br />
3.	Perjelas apa yang kamu inginkan<br />
4.	Rasakan perasaan bahwa kamu telah mendapatkan apa yang kamu inginkan, dan<br />
5.	Pasrah saat bertindak dengan penuh inspirasi<br />
Mari temukan strategi sukses di bidang yang kita tekuni sekarang.<br />
Salam Smart</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cendekia.web.id/2009/04/jika-seseorang-bisa-melakukan-sesuatu-siapa-saja-bisa-belajar-melakukannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LOA = Law of Attract + Action</title>
		<link>http://cendekia.web.id/2008/06/loa-law-of-attract-action.html</link>
		<comments>http://cendekia.web.id/2008/06/loa-law-of-attract-action.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 05:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Ronal Hutagalung
 
LOA adalah hukum yang menerangkan bahwa Anda dapat menarik apapun dalam kehidupan ini dengan menggunakan kekuatan Thinking, Feeling, dan Action (Ronal Hutagalung)
Setelah boomingnya buku The secrets, buku-buku lainnya yang bertemakan LOA ikut menjamur dipasaran. Ramai orang menuliskan, membicarakan, mendiskusikan, dan menjadikan konsep ini sebagai materi dari training yang diberikan.
Saya sangat terpesona dengan teori LOA. Teori ini sangat membantu saya dalam melakukan Breakthrough. Menyadari betapa dahsyatnya potensi yang dimiliki manusia. Betapa sempurna makhluk Ciptaan-Nya yang bernama manusia.
Namun satu hal yang selalu menjadi pertanyaan saya setelah membaca sekian ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0in 0in 10pt;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 10pt;"><strong><span style="small;"><span style="Calibri;">Oleh : Ronal Hutagalung</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><em><span style="Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="center;" align="center"><em><span style="small;"><span style="Calibri;">LOA adalah hukum yang menerangkan bahwa Anda dapat menarik apapun dalam kehidupan ini dengan menggunakan kekuatan Thinking, Feeling, dan Action (Ronal Hutagalung)</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Setelah boomingnya buku <em>The secrets</em>, buku-buku lainnya yang bertemakan LOA ikut menjamur dipasaran. Ramai orang menuliskan, membicarakan, mendiskusikan, dan menjadikan konsep ini sebagai materi dari training yang diberikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Saya sangat terpesona dengan teori LOA. Teori ini sangat membantu saya dalam melakukan Breakthrough. Menyadari betapa dahsyatnya potensi yang dimiliki manusia. Betapa sempurna makhluk Ciptaan-Nya yang bernama manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Namun satu hal yang selalu menjadi pertanyaan saya setelah membaca sekian banyak buku yang mengupas LOA adalah apakah memang sesederhana itu hukum tersebut? Dan apakah hukum ini bisa betul-betul efektif bekerja?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Saya sangat percaya dengan kekuatan pikiran. Setiap pencapaian di muka bumi ini dimulai dari pikiran. Bohlam tidak akan ditemukan jika saja Thomas Edison tidak berpikir tentang suatu benda yang dapat memancarkan cahaya layaknya matahari. Demikian halnya ketika Anda menginginkan sebuah rumah, Anda tidak mungkin mendapatkannya jika sebelumnya Anda tidak berpikir untuk membangun atau membeli sebuah rumah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span id="more-422"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Calibri;"><span style="yes;"> </span>Tapi apakah betul seperti yang dituliskan atau disampaikan oleh para pembicara dalam Buku / DVD <em>The secret</em> bahwa hanya dengan memikirkan sesuatu maka kita akan menarik apa yang kita pikirkan tersebut. Benarkah hanya dengan melakukan tiga hal yaitu, meminta, percaya, dan menerima maka semua yang kita inginkan akan terwujud?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Mungkinkah hanya dengan memikirkan memiliki tabungan sebesar 100 juta, mempercayai, dan menerimanya maka tabungan 100 juta akan menjadi milik Anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Mungkinkah hanya dengan memikirkan memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, mempercayai, dan menerimanya maka kehidupan keluarga Anda akan harmonis, penuh cinta kasih dan kebahagiaan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Secara pribadi saya percaya bahwa <em>The Law of Attraction</em> adalah hukum yang dahsyat. Kunci untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagaiaan. Hanya saja, ada hal yang harus ditambahkan dari semua konsep LOA yang disampaikan oleh Rhonda Byrne beserta para pembicara yang ikut menyumbangkan pikirannya dalam <em>The Secret</em>, <em>The Law of Attraction</em> yang dijabarkan oleh </span><span>Michael J Losier dalam bukunya, dan LOA versi Timur yang dituliskan dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span><span style="small;">Jika coba kita pecah kata Attraction, maka kita bisa mendapatkan dua kata terpisah yaitu <em>Attract</em> (tarik) dan <em>Action</em> (aksi). Selama ini, LOA hanya membahas aspek Attract-nya. Dimana pikiran dan perasaan positif akan mendatangkan hal positif dengan jumlah yang lebih banyak kepada diri kita. Sementara ada satu hal lain dari LOA yang itu dikesampingkan, padahal hal inilah yang menjadikan LOA menjadi betul-betul efektif bekerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span>Jika kita kembali kepada pertanyaan diatas tentang </span><span style="Calibri;">mungkinkah hanya dengan memikirkan memiliki tabungan sebesar 100 juta, mempercayai, dan menerimanya maka tabungan 100 juta akan menjadi milik Anda? Maka saya akan menjawabnya tidak mungkin jika tidak ada ACTION.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Mungkinkah hanya dengan memikirkan memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, mempercayai, dan menerimanya maka kehidupan keluarga Anda akan harmonis, penuh cinta kasih dan kebahagiaan? Saya pun kembali akan menjawabnya tidak mungkin jika tidak ada ACTION.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Untuk bisa mendapatkan uang 100 juta, anda butuh menciptakan sebab atau melakukan action. Menciptakan sebab atau melakukan action misalnya karena Anda telah bekerja dengan baik, maka anda diberikan bonus sebesar 100 juta oleh perusahaan. Karena proyek yang Anda kerjakan cukup besar, maka Anda mendapatkan keuntungan yang cukup besar hingga 100 juta. Karena anda mengirimkan kupon undian maka Anda berhasil menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah 100 juta. Karena anda orang yang baik hati maka seorang dermawan memberikan Anda uang secara Cuma-Cuma sebesar 100 juta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Keluarga yang harmonis hanya akan tercipta ketika Anda dapat memenuhi kebutuhan keluarga, <span style="yes;"> </span>mampu membangun komunikasi effektif didalam keluarga, senantiasa meluangkan waktu bercengkrama dengan pasangan dan anak-anak, menjadi teladan, membangun kebiasaan positif, dan berbagai ACTION lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Sehingga, LOA bukanlah <em>Law of Attraction</em> namun <em>Law of Attract &amp; Action</em>. LOA adalah hukum yang menerangkan bahwa Anda dapat menarik apapun dalam kehidupan ini dengan menggunakan kekuatan <em>Thinking, Feeling, </em>dan<em> Action</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="11.0pt;"><span style="Calibri;">Penulis adalah Director SMART Resources ; Education &amp; Training, Motivator &amp; Public Speaker yang berpengalaman dalam memberikan seminar, training , maupun workshop di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta. Owner SUCCESS book store dan READ café. Contact : 085228047189</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cendekia.web.id/2008/06/loa-law-of-attract-action.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MITOS DIBALIK TES IQ</title>
		<link>http://cendekia.web.id/2008/06/mitos-dibalik-tes-iq.html</link>
		<comments>http://cendekia.web.id/2008/06/mitos-dibalik-tes-iq.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 05:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Ronal Hutagalung
Penulis adalah Master Trainer SMART TRAINING CENTER dan Owner SUCCESS BOOK STORE
Suatu ketika ada seorang ibu yang bertanya “Mungkin nggak ya anak saya berhasil, sementara hasil tes IQ-nya tergolong rendah”?. Pertanyaan itu mungkin tidak asing bagi Anda semua karena bisa jadi meski Anda belum pernah ikut tes IQ sekalipun, ada sebuah kekhawatiran apabila ternyata tes IQ saya jelek, tamatlah harapan saya untuk sukses.
Nah, sekarang apakah memang benar ada keterkaitan antara nilai hasil tes IQ dan keberhasilan seseorang? Apakah sebuah jaminan bahwa orang yang ber IQ tinggi akan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="center;" align="center"><span style="14pt;"><span style="Calibri;">Oleh : Ronal Hutagalung</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="center;" align="center"><span style="10pt;"><span style="Calibri;">Penulis adalah Master Trainer SMART TRAINING CENTER dan Owner SUCCESS BOOK STORE</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Suatu ketika ada seorang ibu yang bertanya “Mungkin nggak ya anak saya berhasil, sementara hasil tes IQ-nya tergolong rendah”?. Pertanyaan itu mungkin tidak asing bagi Anda semua karena bisa jadi meski Anda belum pernah ikut tes IQ sekalipun, ada sebuah kekhawatiran apabila ternyata tes IQ saya jelek, tamatlah harapan saya untuk sukses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Nah, sekarang apakah memang benar ada keterkaitan antara nilai hasil tes IQ dan keberhasilan seseorang? Apakah sebuah jaminan bahwa orang yang ber IQ tinggi akan lebih sukses dibandingkan orang yang memiliki IQ rendah? Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seperti apa tes IQ tersebut. Sepengetahuan saya, tes IQ terutama hanya menguji dua jenis kecerdasan saja, yaitu kecerdasan logika/matematika dan linguistic serta sedikit kecerdasan visual-spasial. Sehingga hasil tes ini tidaklah dapat dijadikan sebagai acuan bagi keberhasilan hidup seseorang. Menurut Gardner , dalam teori Multiple Intelegence, manusi mempunyai delapan kecerdasan, yaitu kecerdasan logika/matematika, linguistic, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, natural, musical, dan visual-spatial. Sementara itu tes IQ juga tidak dapat menguji kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span id="more-423"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Suatu mitos yang berkembang di masyarakat adalah bahwa IQ itu bersifat permanen. Sehingga orang yang memiliki IQ rendah maka itulah kutukan hidup yang harus diterimanya. Berdasarkan penelitian terkini, IQ bukanlah sesuatu yang sifatnya permanen. IQ seseorang dapat turun maupun naik. Suatu penelitian yang pernah dilakukan di Souhwest State University sejak tahun 1989, dengan teknik tertentu, yang dapat mengaktifkan berbagai bagian otak secara simultan, didapatkan hasil yang snagat mencengangkan. Hanya dengan melatih teknik tersebut selama 25 jam, IQ dapat meningkat sebesar 20 point. Yang lebih menakjubkan lagi di sebuah institusi ternama di Swiss, dengan menggunakan bantuan peralatan mutakhir, terjadi peningkatan IQ sebesar 30% lebih tinggi dari IQ semula. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Cara lainnya yang lebih mudah untuk dapat meningkatkan IQ adalah dengan mendengarkan music Mozart<span style="yes;"> </span>“Sonata for Two Pianos in D”. mendengarkan music ini selama 15 menit akan meningkatkan IQ sebesar 8 hingga 9 point. Frekuensi yang dibutuhkan untuk dapat mengisi dan mengaktifkan sel otak adalah frekuensi 8.000 Hz atau 8 KHz. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa music Mozart sangat kaya dengan frekuensi 8 KHz. Itulah sebabnya kenapa getaran dan frekuensi dari alunan music Mozart<span style="yes;"> </span>yang diterima oleh telinga kita membuat kita merasa segar. Berbeda halnya dengan music dengan frekuensi rendah seperti Heavy Metal dan rock yang sangat menguras energy sel otak dan membuat tubuh kita lelah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Musik Mozart dan Baroque juga dapat sangat membantu dalam proses pembelajaran. Untuk memudahkan kita memasukkan informasi kedalam otak, gunakanlah music instrument dengan tempo 55-57 bit per menit. Sedangkan untuk curah gagasan, diskusi, kerja kelompok, atau tugas yang membutuhkan proses berpikir kreatif gunakanlah music dengan tempo di atas 100 bit per menit. Tempo music ini dapat mempengaruhi detak jantung. Musik dengan tempo 55-57 bit permenit, atau rata-rata 60 bit permenit, akan menurunkan detak jantung hingga 60 kali per menit.Detak jantung 60 kali permenit adalah detak jantung orang yang dalam keadaan rileks. Kondisi tubuh yang rileks selanjutnya akan berhubungan dengan kondisi getaran otak, yaitu gelombang Alfa ( 8 – 12 KHz). Kondisi Alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Sedangkan music dengan tempo tinggi membawa gelombang otak masuk kedalam kondisi Beta dimana hanya sesuai untuk berpikir kritis dan cepat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Selanjutnya kita kembali kepada pertanyaan diatas, apakah ada kaitan antara nilai IQ dengan keberhasilan hidup seseorang? Kontribusi IQ dalam menentukan keberhasilan seseorang hanya berkisar 10 %. Sisanya sebesar 90% adalah kontribusi dari EQ (Kecerdasan Emosi). IQ berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis, sedangkan EQ terkait dengan kemampuan pengendalian diri, level kesadaran, penguasaan dan pemanfaatan emosi demi kemajuan diri. Inilah yang menjawab mengapa ada begitu banyak orang yang sangat pintar (ber IQ tinggi) namun memiliki prestasi yang biasa-biasa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jalur saraf yang berasal dari pusat emosi (sistim limbic) yang menuju ke pusat berpikir(korteks prefrontal) jumlahnya jauh lebih banyak daripada sebaliknya. Hal ini berarti emosi mengalahkan logika. Dengan kata lain, kemampuan berpikir seseorang lebih ditentukan oleh kondisi emosinya diaripada sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Di<span style="yes;"> </span>masyarakat, nilai IQ yang tinggi bisa menjadi sebab diterimanya seseorang dalam sebuah pekerjaan, organisasi, maupun komunitas. Akan tetapi kualias EQ-lah yang akan menentukan seberapa baik orang tersebut eksis di dalamnya dan seberapa cepat dia di promosikan. Mungkin Anda pernah menemukan orang-orang dengan nilai IQ tinggi (cerdas) namun cenderung memiliki sikap negative seperti individualis, mudah tersinggung, sombong, arogan, tidak dapat bekerja dalam tim. Secara hasil kerja, tidak ada yang dapat meragukan kualitasnya. Hanya saja, dikarenakan sikap negative yang dimiliki, orang-orang dengan IQ yang tinggi ini menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan cenderung merusak suasana disekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">IQ hanyalah salah satu indicator yang banyak digunakan untuk memprediksi prestasi akademis. Anak yang memiliki IQ yang tinggi biasanya memiliki prestasi yang baik. Semakin tinggi IQ-nya secara umum semakin tinggi pula prestasi akademiknya. Namun, IQ tidak dapat digunakan untuk memprediksi prestasi hidup. Prestasi hidup lebih ditentukan oleh kecakapan hidup yang dikuasai oleh anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Eli Ginzberg mengungkapkan bahwa mahasiswa yang lulus dengan mendapatkan penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mahasisaw yang mendapatkan penghargaan prestasi akademisnya, mahasiswa yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata cenderung berprestasi biasa saja dalam hidup mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Di Amerika pernah dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui 100 faktor yang menentukan pencapaian keberhasilan hidup. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata factor “IQ yang tinggi” berada pada urutan ke 21, masuk ke sekolah yang top pada urutan 23, dan lulus dengan nilai yang sangat baik atau cum laude pada urutan 30. Factor-faktor penentu keberhasilan hidup dari 1 sampai 10, yaitu : (1) bersikap jujur kepada semua orang; (2)mempunyai disiplin yang baik; (3) pintar bergaul; (4)bekerja lebih keras daripada yang lain; (5)memiliki semangat dan kepribadian yang kompetitif; (6) memiliki kualitaskepemimpinan yang baik dan kuat; (7) mengatur hidup dengan sangat baik; (8)memiliki kemampuan untuk menjual idea tau produk; (9)melihat peluang yang tidak dilihat ornag lain; (10) berani mengambil resiko keuangan bila memberikan hasil yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">Jika demikian, apakah perlu melakukan tes IQ pada anak? Hal ini tergantung keperluannya apa. Tes IQ sebaiknya digunakan untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan anak sulit belajar. Tes IQ yang tidak dilakukan dengan hati-hati dapat berakibat buruk bagi anak. Hasil tes IQ, berapapun hasilnya, baik tinggi maupun rendah akan menjadi label yang melekat pada diri anak, yang kemudian menjadi bagian pembentuk konsep dirinya. Disinilah letak bahayanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Calibri;">SALAM SUKSES (Line Discuss 0435-8732025)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cendekia.web.id/2008/06/mitos-dibalik-tes-iq.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
