Home » Catatan Ringan, Kolom pak Ahmad!

Meaning Definable by Context

Iyon, 11 Maret 2010 7 Comments

Oleh : Drs. Ahmad Hidayatullah, M.Pd.

Tulisan ini merupakan arahan untuk diskusi yang makin hangat di artikel yang berjudul Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok! Perlu diketahui tulisan ini saya post di headline news cendekia.web.id karena menurut saya, penting tulisan ini untuk diketahui oleh banyak orang. Seenggaknya buat ‘pencerahan’ (saya meminjam kosakata favorit kawan saya Toar. W.J. Hatibie ICG Angkatan 5).

Meaning devainable by context (semoga tidak salah tulis) Arti yang dimaksud adalah Suatu makna pernyataan tergantung pada konteks. Menyikapi penyampaian Dini yang kemudian oleh pengelola dijadikan tulisan utama, kita harus arif. Dengan konsep tadi dan melihat suasana konteks tulisan Dini, serta diperkuat respon Dini saat komentarnya diangkat jadi tulisan dapatlah dipahami bahwa pernyataan itu adalah ungkapan, pikiran, dan ekspresi yang diyakini dirinya setelah melihat perjalanan hidup diri maupun sekitarnya.

Setiap orang berhak atas keyakinannya, setiap orang punya hak menyimpulkan kehidupannya.Tidak ada yang perlu dipertanyakan atas pikiran dan ekspresi keyakinan seseorang. Apabila ada perbedaan sudah barang tentu, tetapi tidak harus selalu ada pernyataan yang salah dari suatu perbedaan itu. Dunia memang luas. Ilmu Allah sangatlah tak terbatas, termasuk rencana dan skenario yang dikenakan pada kita semua. Terkadang alurnya ada yang simple dan lurus, terkadang harus berbelok-belok dulu, bahkan siksak, baru kemudian kembali pada kebenaran. Oleh karena itu tulisan Dini perlu diapresiasi secara positif, karena pernyataan itu adalah keyakinannya, harus dapat kita hargai secara positif.

Namun demikian terhadap respon Dunggio( ini Yahya Dunggio atau Ramdan Dunggio ya..? maaf kalau saya belum dapat identifikasi secara tepat, maklum baru bergabung dengan komunitas kalian jadi belum terlalu tahu inisial kalian, maaf sekali lagi..) saya juga berusaha memahami. Mungkin juga memiliki konteks kehidupan tertentu, sehingga saat membaca tulisan Dini penafsirannya jelas sesuai dengan konteks yang ada di sekitarnya. Itu juga patut dihargai karena itu juga pemikiran atau ungkapan yang bolehnya hanya kita apresiasi secara positif.Pikiran orang kan wajar berbeda-beda.

Dari semuanya…yang penting dari pendapat Dini dan komentar Dunggio tadi tidak perlu diperhadapkan untuk diklarifikasi masing-masing. Pikiran kan pikiran tidak perlu diklarifikasi, apalagi menyangkut sikap dan pendapat pribadi, bukan identifikasi atau justifikasi terhadap orang lain.

Prinsip yang sama-sama perlu kita pahami,Dunia ini selalu berputar, termasuk kehidupan di dalamnya. Prinsipnya, Allah pasti telah berikan yang terbaik kepada kita sejak kita dilahirkan sampai nanti bertemu denganNya kembali, mengapa? karena Allahlah yang memiliki sifat Maha Terbaik.

Atas sikap,paradigma, pikiran, dan keyakinan yang telah kita miliki perlu kita pegang kuat-kuat, karena itulah yang diperlukan sebagai prinsip atau pegangan agar kita dapat hidup tenang. Tetapi tidak ada salahnya kita merenung dan terus merenung tentang semuanya, karena kebenaran sesungguhnya hanya milik Allah.Kita hanyalah berusaha mengidentifikasi serpihan-serpihan kebenaran dari kebenaran yang Maha Luas. Tetapi jangan lupa dalam merenung perlu ada pembimbing. Pembimbing terbaik adalah wahyu Allah yang telah diturunkan kepada manusia dan Rasulullah.Karena Allahlah yang Maha Tahu tentang rahasia dunia dan kehidupan ini.

Terus belajar……jangan henti-henti…..Mari kita kobarkan semangat untuk memperbaiki tanpa harus memaki, kita harus bangkit tanpa harus ada yang sakit.Indonesia butuh kalian.Moral butuh agama. Kepribadian butuh peradaban,kemerdekaan butuh perjuangan.Raih Indonesia mandiri pada masa depan,dengan moral,agama, kepribadian, peradaban, kemerdekaan, dan perjuangan…… Merdeka.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Comment oleh hasan
2010-03-11 15:46:01

Definable or Devinable?

terima kasih pak atas pencerahannya

 
Comment oleh Dunggio
2010-03-11 16:16:14

“kebeneran sesungguhnya milik Allah”
kalo kebenaran sesungguhnya itu hanya milik Tuhan, berarti kebenaran yang kita pahami adalah kebenaran yang relatif. Artinya yang benar bisa aja salah. kalo yang benar bisa salah berarti yang salah harusnya bisa dibenarkan.
pissss…..

 
Comment oleh dini ayu
2010-03-11 18:26:31

Jelas donk kebenaran milik Allah. Klo manusia mah gudangnya “salah”. Makanya knp ada hukum2 dlm islam, ada peraturan dlm Al Quran. Supaya manusia punya pedoman untuk hidup. Biar manusia dgn otaknya yg DEWASA bisa mentukan SIKAP. Bisa bertindak manusiawi, sesuai kodrat, dan insya Allah berada pd pemahaman “kebenaran” yg hakiki. Jadi kak… ga perlu repot2 muter otak mikirin konsep kebenaran, yg menurut kak bisa aja salah, atau kesalahan bisa aja dibenarkan…. Krn menurut otak simple saya (yg alhamdulillah udh doktrin guru2 cendekia) di islam ga ada yg dibolak-balik gitu fakta & sejarahnya. Jelas Al qurannya, al fatiha-nya, dan sholatnya. Ga ada versi perjanjian lama ato baru.

 
Comment oleh Ahmad H
2010-03-11 19:52:18

Benar Yahya,Kebenaran memang hanya milik Allah, karena Allahlah yang maha tahu dan Allahlah yang menciptakan semuanya sehingga Allah Maha Tahu, sedangkan manusia serba terbatas.
Namun demikian bukan berarti “yang benar bisa aja salah. kalo yang benar bisa salah berarti yang salah harusnya bisa dibenarkan” (kutipan dari Dunggio).
“Salah” dan “benar” itu sendiri sebenarnya mutlak sifatnya, yang relatif sifatnya sehingga dapat berubah adalah yang kita anggap benar atau yang kita anggap salah, dengan kata lain adalah “benar” dan “salah” yang kita persepsikan dan bukan “benar” dan “salah” yang hakiki. Karena yang hakiki milik Allah pastilah tetap sifatnya.
Namun demikian bukan berarti anggapan atau persepsi salah ataupun benar milik seseorang dapat mudah diubah-ubah dalam pengertian yang salah dapat dibenarkan, sebab pengertian dapat berubah tidak identik dengan dapat diubah.Perubahan terhadap suatu persepsi seseorang dapat terjadi bila sudah ada pemahaman persepsi yang berbeda dari persepsi sebelumnya oleh pemilik persepsi itu. Apalagi kalau persepsi itu sudah berupa kesimpulan hidup dan sebagainya.
Oleh karena itu yang dapat dilakukan bukan membenarkan dalam arti memperbaiki persepsi orang lain, tetapi lebih tepatnya kita perluas persepsi kita terhadap persepsi orang lain yang berbeda dengan kita itu, lalu kita sama-sama menguji dan merenungkan persepsi kita masing-masing, tentunya dengan instrumen bimbingan yang tepat dan kuat. Dari situlah akan muncul kesimpulan masing-masing orang dengan pemahaman yng penuh dan kuat akan mengubah atau tidak persepsinya. Orang lain tidak dapat mengubahnya.
Tugas manusia mencari kebenaran, oleh karena itu jangan berhenti dengan satu kebenaran yang telah kita temukan atau persepsikan. Dalami kebenaran yang kita persepsikan itu, perluas, dan diuji…. terus menerus sampai Allah memanggil kita. Itulah lagunya hidup seorang manusia. Perlu kita belajar dari Nabi Ibrahim AS, terus belajar sampai akhirnya beliau menemukan dienullah, Al-Islam, yang kemudian didalami oleh nabi-nabi penerusnya; Ismail, Ilyas,s.d.Isa AS dan terakhir Muhammad SAW.
Kita teruskan minat belajar, kita sebar kasih sayang, agar semua orang bahagia…..

Comment oleh Dunggio
2010-03-12 23:21:40

comment ini saya khususkan untuk mengklarifikasi comment2 saya sebelumnya yang mungkin sedikit agak “aneh” yang khusus saya tujukan buat Dini, Pak Ahmad dan juga K hasan.
Saya secara pribadi minta maaf ke Dini atas commentku yang mungkin agak menyulut sedikit emosix Dini.
Dan saya ucapkan banyak2 terima kasih untuk Pak Ahmad dan K hasan yang udah mau bersabar untuk comment saya yang agak amburadul.
Pissssssss……:) :) :)

 
 
Comment oleh hasan
2010-03-11 21:19:08

Allah berfirman yg artinya: Apabila kalian berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lbh utama dan lbh baik akibatnya. {Q.S.An Nisaa’:59}

ayat lain, “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu. Demikianlah, kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaannya. Kemudian kepada Rob mereka tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S Al-An’am:108)

 
Comment oleh Ahmad H
2010-03-14 12:46:33

Sama-sama Yahya, semoga Allah senatiasa membimbing kita, sehingga tetap dalam ridlohNya. Semoga kita senantiasa Allah berikan ketajaman dan ketaatan hingga kita semua makin dapat merasakahn indah dan Nikmatnya Al- Islam yang telah diturunkan sejak Nabi Adam AS, hingga Ibrahim AS, serta seterusnya pada Nabi Isa AS dan terakhir Muhammad SAW.
Salam untuk semua komunitas ini,khususnya alumni ICG, semoga semakin dapat saling memberi nasihat dengan kebaikan dan pemahaman. Semoga kita dijauhkan dari emosi(marah dan keras) dalam membawakan kebenaran Al-Islam. Jangan sampai indah dan dalamnya makna Islam kita rusak dengan perilaku kita yang tidak terkontrol. Kontrol kita adalah Islam maka bawalah Islam dengan sebaik-baiknya dan seindah-indahnya sehingga dapat mendekati baik dan indahnya Islam yang sesungguhnya. Apabila ada perilaku salah dari kita dan umat Islam lainnya, jangan kita cepat-cepat generalisasikan kepada Al-Islamnya. Islam sungguh-sungguh jauh sangat mulia dibanding dari apa yang dapat kita tampilkan dari perilaku kita sebagai umat Islam.Kita adalah Islam, namun Islam jauh lebih agung dari kita.Karena itu bila ada keraguan dalam hati kita mari kita kembali memperdalam Al-Qur’an dan Al-Hadist, selanjutnya kita minta bantuan kepada Ahlinya untuk menjelaskan lebih lanjut isinya untuk menjawab keraguan kita.Jangan Islam hanya kita simpulkan dari pikiran kita yang masih dangkal, ragu dan penuh emosi serta ketergesah-gesahan. Saya ingat, dulu pernah memberi pelajaran pada kalian tentang logika, ada yang kita sebut dengan generalisasi tergesa-gesa.Itu hanya akan membawa kesimpulan yang tidak tepat. Ujilah premis major dan minornya sebaik-baiknya, dan gunakanlah prosedur berpikirnya secara tepat, apa itu silogisme, induksi, deduksi atau yang lainnya, semoga kita termasuk golongan yang benar cara berpikirnya. Allahlah yang dapat membimbing. kembalikan kepadaNya harapan dan pertolongan, agar kita dapat termbimbing dan tertolong.Amin Ya..Robbal’alamin

 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.