Home » Catatan Ringan, Seputar Gorontalo

Bulog Sulteng Kirim Beras Ke Gorontalo

oneal, 24 April 2009 6 Comments

mengutip dari antara, kok gorontalo jadi “impor” beras? sepengetahuan saya gorontalo dari dulu surplus beras…kemana beras2 yg ada di kab boalemo sana ya? :(

Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Sulteng, Tatang Sutarna di Palu, Jumat, mengatakan, pasokan beras ke Gorontalo akan dilakukan pada Mei 2009.

Pasokan beras antar-Bulog tersebut, dilakukan Bulog Sulteng, karena pada musim panen (MP) 2008 lalu terjadi surplus stok beras di daerah ini.

Menurut dia, pengiriman beras kembali ke Gorontalo yang dijadwalkan bulan depan ini, merupakan tahap kedua.

Pada tahap pertama, Bulog Sulteng telah mengirim beras sebanyak 2.500 ton ke Gorontalo.

Seluruh beras yang dibeli dan dipasok Bulog ke Provinsi Gorontalo merupakan hasil pengadaan lokal.

Pihaknya dalam kegiatan pengadaan beras untuk memenuhi stok nasional di daerah ini memprioritaskan produksi petani lokal, ketimbang dari luar Sulteng.

Kurun beberapa tahun terakhir ini, Bulog Sulteng tidak lagi membeli atau mendatangkan beras dari luar daerah, termasuk eks impor.

Karena itu, dalam kegiatan pengadaan, Bulog Sulteng juga menerjunkan satgas untuk ikut membeli beras petani.

Selain itu, Bulog juga melakukan kerja sama dengan para mitra di Kabupaten/Kota di Sulteng untuk membeli beras hasil panen petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

HPP beras sesuai Inpres 2008 ditetapkan sebesar Rp6.400/kg.

Pada MP 2009 ini, Bulog Sulteng menargetkan pembelian beras di provinsi yang berpenduduk lebih tiga juta jiwa itu, sebanyak 37 ribu ton atau meningkat dari sebelumnya hanya 25.000 ton, namun realisasi mencapai 29 ribu ton.

Peningkatan target pembelian beras di Sulteng, juga disesuaikan dengan luas areal persawahan dan produksi.

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Comment oleh Marion
2009-04-24 17:53:50

Mari kita liat data statistic produksi beras di gorontalo dan kebutuhan rakyat Gorontalo akan beras, biar bisa menjawab kenapa ada impor beras terjadi di Gorontalo.

Impor kan terjadi karena tidak tercukupi kebutuhan, sehingga menurut saya ada 3 alasan mengapa pemprov melakukan impor beras.
1. Kebutuhan masyarakat Gorontalo meningkat.
2. Produksi beras di gorontalo mengalami penurunan.
:-)

 
Comment oleh Syamsu
2009-04-25 03:09:17

lah kan di gorontalo ada jagung nal… :D

 
Comment oleh yadunk
2009-04-25 20:06:05

sawah2 yang di gtlo di babat banjir terus, jadix gagal panen dah. udha gitu sawah yang dibalakang, samping ama depanx SIC juga udh nggak ada. bisa dibayangin knp gtlo bisa defisit beras.
lagian program unggulanx gtlo bukan beras tapi jagung.

 
Comment oleh dody
2009-04-29 11:07:20

yon,,, alasan yg ketiga apa?

 
Comment oleh Marion
2009-04-30 03:46:47

alasan yang ketiga :
Serupa dengan kasus Bulog taon kemaren. KORUPSI!
1ton = 1000 kilo gram.
1 Karung Beras itu anggaplah = 50 Kg.
Berarti satu ton ada 20 Karung Beras.

Kalo 2500 ton beras, harga di mark-up Rp. 1000/Karung maka si Pejabat yang menangani impor beras ini, mendapatkan keuntungan sebesar :
2500 x 20 x 1000 = Rp. 50.000.000,-

Hahahahahahahahahahahahhahhahahahaha

 
Comment oleh Mhatoz
2009-05-25 01:08:20

yah..kalau menurut aku….
analisis teman2 di atas benar semua…
pertama…lahan yang biasanya untuk nanam padi (beras) di alih fungsi menjadi jagung….so berkurang deh lahan padi…
kedua…gorontalo lagi gencar2nya pembangunan infrastruktur khususnya bangunan2 perkantoran…and yang jadi korban yah lahan sawah padi….
ketiga Udah mulai banyak pihak swasta yang berinvestasi di gorontalo sehingga banyak tanah2 persawaan yang di beli untuk lahan usaha,…
keempat semakin banyaknya pendATANG yang ke gorontalo sehingga membutuhkan tempat tinngal ( rumah) nah untuk pembangunan rumah2 baru itu yang jadi korban yah lahan pertanian juga….
Trus semakin trendnya orang ingin menjadi PNS di gorontalo…sehinggga nga ada lagi orang gorontalo yang mau jadi petani…..sehingga petani gorontalo berkurang,,,,

 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.