WAJAH PARA CALON LEGISLATIF INDONESIA
Seru nggak sih kalo kita ngomongin politik sekarang ini. Kalo aku pribadi merasa agak nggak begitu tertarik. Soalnya kebanyakan dari kita anak muda zaman sekarang menganggap bahwa dunia politik kita sekarang ini sudah terlalu kotor untuk di campuri dan sudah terlalu menjenuhkan untuk diikuti. Pertanyaannya adalah “Apakah memang sudah seperti itu wajah dari dunia perpolitikan kita atau kitanya saja yang terlanjur memblacklist dunia politik kita tanpa mau mengeksplore lebih jauh lagi. Jawabanya bisa iya bisa tidak.
Ada anggapan yang beredar di masyarakat bahwa politik itu busuk. Akupun melihatnya seperti itu. Aku pernah nggak mau ngelihat acara berita di TV, terutama politik hanya karena anggapan itu tadi. Bosan aja ngeliat mereka cuap-cuap depan TV yang mana kenyataannya tidak lebih dari upil yang mereka ambil dari hidungnya mereka untuk mereka buang lagi. Ada yang dengan lantangnya teriak bahwa dia bicara atas nama rakyat, bahwa dia berjuang untuk kepentingan rakyat, bahwa dia mewakili aspirasi rakyat dan masih banyak lagi. Tapi, ternyata ujung-ujungnya hanyalah sebuah maksud yang disimpan dibalik rempeyek.
Sekarang dalam waktu dekat ini kita akan melakukan sebuah pesta besar (gitu sih katanya). Pesta bagi rakyat untuk menentukan para calon legislatifnya yang bakal duduk di DPR ataupun di DPD dan untuk selanjutnya juga nantinya bakal dilanjutkan dengan pemilihan presiden. Banyak tanggapan dari masyarakat, namun kebanyakan adalah keluhan serta kritikan. Gimana orang nggak ngeluh kalo disuruh milih satu dari sekian banyak calon legislatief dari sekian banyak partai. Partai-partainya sih nyantai aja bilang, pilihlah yang terbaik dari semua calon yang ada. “Baik gundulmu”, gimana bisa kita tahu baiknya kalo yang ada cuman poster-poster yang dipajang, baliho-baliho yang ngotorin jalan, iklan-iklan yang nggak bermutu (abcd, aduh booo…, capek dechhh).
Banyak hal memang yang disoroti dalam pemilu kali ini, mulai dari banyaknya partai yang ikut sampe besarnya dana pemilu yang harus disediakan untuk penyelenggaraannya. Katanya lagi krisis, katanya anggota DPR adalah wakil rakyat di DPR tapi kok nggak bisa mikirin yang terbaik buat rakyatnya ya? Harusnya jauh-jauh hari di pikirkan tentang efesiensi serta efektifitas penyelenggaraan pemilu. Sekarang mereka kembali cuap-cuap di depannya kita bahwa mereka akan memperjuangkan hak-hak rakyat, bahwa mereka adalah pilihan yang terbaik untuk duduk di pemerintahan. Kalau memang betul mau memperjuangkan hak-hak rakyat, kenapa mereka tidak memperjuangkan hak-haknya para korban lumpur lapindo. Ini hanya sebuah contoh kecil saja, hal yang sudah jelas-jelas merupakan sebuah penderitaan bagi mereka yang disana tapi sampai sekarang nggak ada solusinya. Mereka sampai memohon-mohon, memelas dan sebagainya tapi ama pemerintah sedikitpun nggak digubris. Yang ada hanya janji-janji, dan anehnya itulah ternyata gambaran wajah dari para calon legislatifnya kita. Apakah ada yang beda dari itu???
Itulah sedikit tulisan dari saya, bermanfaat atau tidak bukanlah hal yang penting.
Note:
Tulisan ini ditulis dgn gaya bahasa yang santai tanpa mengikuti kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar. Moga aja aq nggak dimarahin ama pak Ahmad. Peace n freedom.












dari saya;
sah2 saja seorang individu menyuarakan pendapat (ato aspirasi lah istilahnya, biar aroma politiknya dapet) tentang suatu hal yang sedang terjadi di sekitarnya, yang mana dalam hal ini adalah pesta akbar masyarakat demokrasi a.k.a. PEMILU…
aspirasi yang diutarakan oleh sodarah John dilihat dari sisi faktual, memang sangatlah benar, saya yakin tidak akan ada yang kontra. yang masalah “cuap2 gak keruan” lah, yang janji2 palsu lah, yang gak pernah benar2 mikirin rakyat lah, yang nampang di pinggir2 jalan lah, yang masalah “upil” lah, saya 100% pecaya semua yang mbaca akan bersuara lantang “SETUJUUU…” dengan pendapat pak John.
saya pribadi juga bisa dibilang sejalan beriringan dengan aspirasi tersebut. tidak ada satupun yang tidak saya dukung.
maka daripada itu, wahai sodarah2;
PILIH YAHYA…!!
CONTRENG GAMBARNYA…!!
dari Partai Yang Orang2nya Sangat Kritis Dan Skeptis Terhadap Pesta Demokrasi Yang Sedang Berlangsung (PYOSKDSTPDYSB)
no. urut 139…
Wakakakakakakaka…..
sori2 Bro, just kidding only joking cuma guyon hanya becanda..
piss2…!!
(serius mode : ON)
dari saia;
pemikiran2 seperti ini, atau orang2 yang mempunya pola pikir seperti mas Yahya (dan brani menyuarakan) sangatlah diperlukan dalam menjaga keseimbangan dan kestabilan hukum alam. bayangkan kalau semua anggota masyarakat semuanya satu suara stuju (ato tidak stuju) terhadap apa yang sedang terjadi di sekitar. kan jadinya aneh bin ajaib tuh nantinya.
makanya dalam hal ini, biarlah pesta politik itu tetap terjadi. sehingga pula dapat menelurkan individu2 yang skeptis serta kritis terhadapnya. yang nanti tujuan akhirnya, malah individu2 inilah yang nantinya akan bisa menyelenggarakan pesta politik yang tentu saja bebas dari hal2 (yang dalam pikiran mereka) negatif.
tentu saja jangan cuman rame2 bakritik to Om John, baku iko kamari juga bapikir depe solusi apa, stuju toh..??
kata orang bijak sie (nintau sapa tapi hehe):
DON’T STICK WITH THE PROBLEM, STICK WITH THE SOLUTION..!!
Solusinya sebenarnya ada di tanganx anggota DPR, mereka dipilih untuk memecahkan permasalahan yang ada. Bukannya menciptakan atau malah bikin masalah tambah besar. Seperti yang saya katakan diatas, udh jelas2 negara kita adalah negara “miskin” (katanya sih kaya tapi kenyaataanx kita emang miskin, gimana nggak miskin tiap saat kita minta pinjaman dari luar negeri) tapi kok masih juga ngambur2in duit cuman dengan alasan agar demokrasi tetap jalan.
Kebebasan berpartai memang perlu tapi kalo partai yang udah jelas2 nggak ada pendukungx tapi juga masih dilolosin, ini kan hanya akan membuat pengelauaran negara tambah besar. Dana untuk pemilu semakin gede hanya karena untuk nyantumin gambar or nama2 caleg yang nggak jelas juntrungannya.
Please dechh.., dimana efesiensinya.
Live is so simple, why we make it so complicated
how bout this:
“life is complicated as it meant to be, simplifying it is just another naive way to run and hide from it”
any comment??
ignorance is a bliss
then may God gave blissfulness upon those who ignore