Home » Opini

Ketika Dokter Sudah Tidak Dibutuhkan Lagi

Dunggio, 9 Februari 2009 16 Comments

Ketika dunia kedokteran semakin maju dengan berbagai terobosan ilmiahnya, tiba-tiba entah bagaimana mulanya dari Jombang, Jawa Timur, berhembus berita tentang keberadaan anak kecil yang punya kehebatan untuk menyembuhkan penyakit orang. Dan, dengan semakin ramainya dibicarakan akhirnya sang anak “ajaib” tersebut dijuluki sebagai dukun cilik. Percaya atau tidak, keberadaan kehebatan dukun cilik tersebut sepertinya mendapat banyak pengakuan dari masyarakat sekitarnya. Ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang ngantri untuk mendapatkan pengobatan dari sang dukun.

Bagi saya sebagai orang keturunan gorontalo kepercayaan tentang kehebatan seorang dukun itu juga ada. Kembali ke percaya atau tidak, di gorontalo memang ada yang namanya dukun-dukun yang punya kemampuan mengobati penyakit. Dan sebagian dari mereka memang mempunyai kemampuan tersebut. Meskipun kita tidak pernah tahu darimana dan bagaimana mereka mendapatkan keahlian mereka tersebut.

Dari berita-berita yang dimuat di media didapati bahwa keberadaan dukun cilik ini telah membawa masyarakat kepada era dimana pengobatan secara medis seperti bukan lagi hal yang menjanjikan. Mereka lebih percaya dengan keampuhan batu ajaib sang dukun yang katanya cukup direndam dalam gelas yang berisi air untuk kemudian diminumkan ke pasien. Berhasil tidaknya pengobatan tersebut mungkin hanya mereka yang datang berobat ketempat tersebutlah yang tahu.

Ada beberapa hal yang menarik dari keberadaan sang dukun ini, tidak hanya cara pengobatanya yang sederhana, tapi juga ketidakmauannya untuk mendapatkan untung secara besar-besaran dari kelebihannya tersebut. Dari berita yang beredar disebutkan bahwa sang dukun cilik tidak mau menerima uang pemberian pasiennya. Dan, kalaupun ada yang ngasih, jumlahnya tidak pernah lebih dari Rp 15 ribu. Hal yang sangat diluar kebiasaan, jika kita bandingkan dengan tarif yang dipasang oleh dokter-dokter umum ataupun dokter spesialis. Sungguh seperti bumi dan langit perbedaannya.

Hal ini seperti sebuah cibiran bagi dunia kedokteran. Seolah-olah untuk menyembuhkan sebuah penyakit kita nggak perlu harus sekolah tinggi-tinggi, nggak perlu ngeluarin duit banyak, ngggak perlu stres-stresan di bangku kuliah. Ironis sekali bukan, tapi itulah kenyataannya. Jadi, masihkah kita perlu beli obat-obatan mahal hanya untuk nyembuhin sebuah penyakit. Atau masihkah perlu buat kita jauh-jauh ke Singapura hanya demi untuk mendapatkan pengobatan disana? Hanya mereka para pasien dukun ciliklah mungkin yang tahu jawabannya. At least, selamat buat sang dukun cilik, karena udah bisa membuat para pasiennya percaya kepadanya melebihi kepercayaan mereka terhadap kemampauan seorang dokter ahli manapun.

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Comment oleh Syamsu
2009-02-09 19:03:47

nunggu dokter – dokter komen dulu ah..
hehehe :-D

 
Comment oleh hasan
2009-02-09 20:02:29

Saya juga baru dengar tuh, orang2 ngantri bejibun di depan rumahnya DUKUN CILIK.
Memang sangat saya yakini, sugesti menjadi hal penting dalam pengobatan. wong jaman Nabi aja cuma pake air aja bisa sembuh kok.

Kadang pula Ego saya sebagai seorang dokter muncul, sok sebagai “penyembuh”. Segala obat yang kita pelajari bertahun-tahun kucekoki pada pasien, tapi hasilnya??

“Maha suci Alloh yang Maha menyembuhkan..”

Itu semua kembali ke niat kok.

Tapi perlu diingat, Keharaman Meminta pertolongan kepada Dukun/ahli nujum..

Semua itu terserah ke masing2..

 
Comment oleh dody
2009-02-10 11:08:11

Orang miskin dilarang sakit,,

Byk sekali RS yg menolak merawat org sakit klo tau dia org miskin,,
ato klo misalkan sdh dirawat di sana biasanya ga boleh pulang selama adminstrasinya blm selesai.

 
Comment oleh dody
2009-02-10 11:10:33

Lebih murah berobat ke dukun drpd berobat ke RS,, meski itu taruhannya nyawa sekalipun

 
Comment oleh yadunk
2009-02-10 11:39:55

Pemerintah cuman kebanyakan bacotnya. Janjinya pengobatan gratis, tapi realisasinya nggak ada.

Kalaupun ada pasti nggak profesional pelayanannya. So, nggak heran kalo masyarakat lebih memilih dukun cilik dibandingkan harus ke dokter. Dokter mahal, ke dukun cilik gratis.

 
Comment oleh Putra B
2009-02-10 20:24:53

kayaknya sudah terjadi kontraposisi paradigma nie di masyarakat..

kalo dulu jargon yang ada “ke dokter dulu aja, cari pengobatan medis, yang secara rasional lebih masuk akal… ntar kalo ‘gak ngefek’ baru berangkat ke dukun..”

skarang mah, ke dukun aja langsung, dari pada harus melalui dokter dulu, yang SO PASTI lumayan nguras dompet… kalo dukun gak manjur bin mujarab juga, kesimpulannya bukan “coba ke dokter ah kali aja bisa..” tapi “udaaah gak perlu dokter, dukun aja gak bisa, apalagi dokter..”

hwe hwe hwe hwe…… lucu juga ya…

kalo diperhatikan, yaaa UUD..

Ujung Ujungnya Duit juga:)

Brrrrrrrr AHH hahahahaha…….

 
Comment oleh yadunk
2009-02-11 11:29:49

Tau nggak guys, sekarang dukun ciliknya udah kecapean, termasuk keluarganya. Mereka pinginnya kembali hidup normal kayak dulu.

Seharusnya si dukun cilik tuh masuk dalam rekor MURI. Soalnya dia tuh bukan hanya mecahin rekor dukun termuda, tapi juga mecahin rekor pasien dengan jumlah yang paling banyak dalam waktu yang sangat singkat.

 
Comment oleh M. Yusuf Amir
2009-02-11 12:39:13

Tidak ada rotan akar pun jadi
Tidak ada dokter dukun pun jadi

 
Comment oleh riefsie
2009-02-12 01:07:47

tapi koq dia g bisa ngobatin dirinya sndiri ya??
ato jangan2 waktu dia sakit dia di larikan ka RS?? seru tuh jadinya ceritanya…hahaha

nah…kalo liat komen2 calon dokter di atas, mdh2an masalah dokter mahal dah g ada lagi coz calon2 dokternya dah tau…:D

 
Comment oleh yd.gobel
2009-02-12 17:34:00

Fenomena apa lagi nih, rupa rame nidia…
dokter kalah sama dukun ya,,,???update berita dolo ah ….

 
Comment oleh Putra B
2009-02-12 21:56:08

FK ganti jo dpe kepanjangan, jadi Fakultas Kedukunan wuakakaka

no heart feelings my fellow doctors hohoho:)

 
Comment oleh Marion
2009-02-15 14:49:27

Sebenarnya, dp awal semua ini kembali lagi dari dokter-dokter gadungan, yang so bayar mahal-mahal kong dp obat dorang rasa nya ngefek. alias mal praktek.

So pe banyak ini dokter di Indonesia, mar nya tau ee dari sekian dokter yang lulus tiap taon itu, apa benar dorang semua pantas menyandang gelar dokter. ato karena nilai mereka pantas menyandang gelar dokter. . kekekekkkk. . istilahnya teori banyak praktek dan pemahaman dikit yang di mengerti. .

**PISS**
jang pake kase maso di hati ini. .

 
Comment oleh hitler
2009-02-27 19:44:13

klo smua percya sm dkun:
1. sapa yg mw jd pasiennya dokter, apa nunggu dukunnya sakit baru dokter dpt kerjaan.
2. banyak univ yg nutup fak kedoknya cz alumninya gk ada kerja
3. tu dukun jg harus punya keahlian, exp. ahli penyakit dalam( santet, guna2, teluh etc), gigi(ba kase rontok gigi gratis), THT(tau hibulo timongoli)
4. bolomaapu ju, pi minom aer aqua jo klo saki dri pada minm aer rendaman batu.

alasan knp rakyat bnyak milih dukun:
1. murah, terjangkau baik biaya maupun jarak( bgmn tetangga yg jd dukun)
2. praktis, gk perlu banyak2 minum obat
3. adm mudah, gak bertele2 kayak d pukes ato rs
4. pelayanan prima, bgmn no d rs banya pili kasih yg berduit ato pejabat yang d dulukan
5. efek cpt, yang kena santet cpt go to LL

intinya tingkatkan pelayanan d bdang kshtn baik itu aparat petugasnya maupun sarana dn prasarananya. maju trz dokter2 Indonesia.

 
Comment oleh Marion
2009-02-28 07:32:42

Koq dokter sekarang melayani aborsi?
Apakah pendapatan seorang dokter mulai berkurang?
yang hebohnya lagi yang melakukan aborsi itu dokter di salah satu rumah sakit ternama di Jakarta (RSCM).
Apakah dokter jaman sekarang sudah amoral? atau karena tuntutan ekonomi sehingga mengabaikan aspek moral?
Semoga kawan-kawan kita yang dokter tak seperti itu, apapun keadaannya. :)

Comment oleh hitler
2009-02-28 08:44:41

tertarik!!!! hub kios-kios terdekat di kampung anda.

 
 
Comment oleh hitler
2009-02-28 08:25:34

ya tanya aj sama doternya sana. knp sampe mw melayani aborsi. yg jelas dokter mw aborsi kalau ada pasien yg menghendaki aborsi. itupun hanya oknum dokter dan gk smua gtu. kembali k saudara, klo sodara bs ngingetin saudara2 kt untuk tdk mudah melakukan hub d luar nikah ya jadinya gk kayak gni. ok, mudah kan. so hidup dokter!!!!!

 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.