Mempertanyakan keadilan tuhan
Hal yang aneh memang kalau kita mempertanyakan keadilan Tuhan ke kita. Tapi nggak bisa kita pungkiri kalo kata-kata ini kadang terbersit di pemikirannya kita. Dan saya termasuk diantaranya. Pada saat kita merasa down didera oleh berbagai macam permasalahan atau pada saat kita menyadari bahwa ternyata hidup kita tidak sesempurna orang lain maka yang muncul adalah pertanyaan ini “ Sudahkah Tuhan benar-benar adil ke kita, ataukah Tuhan sedang mempermainkan kita”.
Berangkat dari hal tersebut mungkin ada baiknya kalo kita melihat kembali pengertian dari kata adil tersebut. Dari beberapa tulisan yang saya dapat diartikan bahwa adil itu adalah meletakkkan sesuatu pada tempatnya atau menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak orang lain tanpa kurang. Pengertian ini mungkin udah cukup mewakili pengertian adil buat kita. Tapi dari pandangan saya pribadi pengertian ini lebih cenderung ditujukan ke kita sebagai manusia tidak ke Tuhan kita. Pertanyaan yang timbul mungkin adalah kenapa bisa kita mempertanyakan keadilan Tuhan.
Buat orang muslim yang taat mereka mungkin akan mengatakan bahwa Tuhan sudahlah adil ke kita umatnya. Tapi apakah sudah seperti itu, coba kita lihat kembali kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitar kita. Bukankah begitu banyak orang yang mengeluh karena mereka merasa tidak seperti orang lain. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang dilahirkan dengan fisik yang tidak sempurna atau dengan kata lain dalam kondisi yang cacat, yang terjadi kemudian pada saat dewasa dia akan merasa terpinggirkan. Ada sebagian orang mengatakan “Oh, itu biasa. Toh bisa jadi dibalik kecacatannya itu dia punya sesuatu yang lain yang bisa dia andalkan”. Pernyataan ini mungkin bisa di bilang benar, tapi tidak 100% persen benar. Karena ada juga yang yang cacat, tapi nggak punya kelebihan lain yang bisa dia andalakan. Atau, kalaupun dia punya kelebihan lain, apakah itu bakal menutupi kekecewaannya tentang kecacatannya? I will say “I don’t think so”. Itu baru salah dari sekian banyak perisriwa or hal2 yang aneh di dunia ini.
Hal lain lagi yang bisa saya utarakan adalah apakah tidak mungkin kalo Tuhan sebenarnya mengirim kita ke dunia ini hanya untuk dijadikan sebagai pemuas nafsunya belaka. Dia menciptakan kita dalam berbagai bentuk, kita diberi pikiran dan akal sehat tapi dilain pihak kita juga di beri nafsu. Dua hal yang bertentangan dan diberikan dalam wakru yang bersamaaan, dalam Al-Qur’an mungkin udah dijelaskan ketika terjadi dialog antara Dia dengan malaikat. Malaikat sempat mempertanyakan kenapa Tuhan mengutus kita kebumi ini, yang sudah jelas-jelas adalah makhluk yang pembangkang. Tapi oleh Tuhan dijawab bahwa Dia lebih tahu akan hal itu. Dan, seperti yang kita lihat sekarang, ternyata peryataan sang malaikat lebih bisa kita terima, karena pada kenyataannya kita memang tercipta hanya untuk merusak. Adakah diantara kita yang benar-benar pingin menjaga dunia ini? Kalaupun ada, itu hanya segelintir. Sisanya adalah perusak lingkungan. Jadi kesimpulannnya adalah Tuhan menciptakan bumi dan isinya, untuk suatu saat dihancurkan.
Dari sini bisa kita lihat bahwa sebenarnya kita diciptakan hanya untuk dipermainkan. Kita disuruh untuk berbuat kebajikan tapi dilain pihak Tuhan juga mencipatakan nafsu didalam diri kita untuk menghancurkan kebajikan tersebut. So, apakah salah jika kita berbuat jahat? Bukankah itu bagian dari fitrah kita. Sekarang setelah kita berbuat jahat, akhirnya dikemudian hari kita malah dihukum akan hal tersebut. Dengan alasan bahwa kita telah berbuat jahat. Hal yang menggelikan bukan. Pada akhirnya yang ada adalah kita diadakan hanya untuk dipermainkan. Mungkin sebagian orang tidak setuju dengan pandangan saya ini tapi itulah yang ada dalam pikiran saya. Dan semoga Tuhan tidak menghukum saya untuk hal ini. Karena, kita adalah makhluk yang demokratis. Dan kalau demokrasi itu tidak berlaku buat Tuhan berarti kembali saya katakan bahwa itu tidaklah adil.
Mungkin itu dulu yang bisa saya tulis untuk sekarang ini, dan bagi yang tidak setuju tentang pandangan saya ini, maka dipersilahkan untuk berpendapat. Finally I just wanna say “live for freedom”
Ψ*** Ψ












pertamax
eh bung mimin, kok counting komen nya reset ya???
iya ya… ntar tak cek deh..
its back..
bego gue.. resetnya keset tahunan gan hahaha
klo ela msh percaya bahwa TUHAN MAHA ADIL…..
orng di ciptkan ada yg kurang dn lebih untuk bisa sling melengkapi satu sma lain bukankah itu adil????
Pernyataan yang klise “orang diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannnya untuk saling melengkapi”.
Aq rasa kita udah terjebak dalam pemikiran yang selama ini ditanamkan dalam otak kita. Aq pikir kita sengaja dibikin dalam macam2 bentuk hanya untuk membuat dunia ini lebih meriah. Biar ada yang dikatakan cacat ada yang dibilang perfect atau bisa jadi biasa2 aja. Jadi pada dasarnya didalamnya gak terkandung yang namannya keadilan.
Itu hanya penryataan untuk membenarkan apa yang ada.
Ada beberapa point yg janggal menurut saya.
Pertama:
“Apakah tidak mungkin kalo Tuhan sebenarnya mengirim kita ke dunia ini hanya untuk dijadikan sebagai pemuas nafsunya belaka”
-> Padahal Tuhan itu tidak punya hawa nafsu.
Kedua:
“Tapi oleh Tuhan dijawab bahwa Dia lebih tahu akan hal itu. Dan, seperti yang kita lihat sekarang, ternyata peryataan sang malaikat lebih bisa kita terima”
-> Itu kan karna kita tidak lebih tahu dari Tuhan. Jadi ada kecenderungan ngambil kesimpulan seperti itu.
Ketiga:
“Kita disuruh untuk berbuat kebajikan tapi dilain pihak Tuhan juga mencipatakan nafsu didalam diri kita untuk menghancurkan kebajikan tersebut…dst”
-> Mari kita ganti sudut pandang dari soal “pahala”. Kalo kita berbuat baik, kita dapat pahala, bahkan sering di kasih berlipat ganda. Padahal tangan, kaki, harta, dan semua2 fasilitas yg kita pakai untuk dapat pahala itu, semua pemberian tuhan. Trus…kurang baik apa Tuhan kita ini?
Ke-empat:
“Dan kalau demokrasi itu tidak berlaku buat Tuhan berarti kembali saya katakan bahwa itu tidaklah adil”
-> Apa semua yang demokrasi itu adil? dalam demokrasi, 1 suara penjahat, pemabuk, pendusta, dihitung sama dengan 1 suara orang soleh, yang selalu berbuat baik. Apa ini juga disebut adil?
Terakhir:
“Tentang yang cacat”.
-> Memang sepintas terlihat tidak adil. Tapi mari kita coba sedikit meluaskan pandangan. Menurut saya, keadilan tuhan itu tidak sebatas di dunia ini saja. Bisa jadi kondisi “cacat” itu sendiri adalah lahan beramal buat penyandangnya. Lahan amal ini tidak dikasih buat orang2 yg tidak cacat.
Maksud saya begini, barangsiapa cacat, dan dengan cacat itu dia bersabar, maka sabar itu dihitung sebagai kebaikan bagi nya. dengan itu Tuhan pun akan tambah sayang kepadanya. Setelah dunia (yg sementara) ini selesai…di akhiratlah tuhan akan memperhitungkan kebaikan2 itu, tidak akan tercecer satu pun. bisa jadi tuhan dengan sifat Maha Adil nya itu bakal membalasnya dgn yg lebih baik.
Tuhan itu kan Maha tau, lebih tau dari malaikat, tentu saja lebih tau dari kita2 yg kecil dan kadang nekat juga berbuat durhaka ini hehehe. Jadi kita serahkan saja urusan ini ke tuhan, bahasa keren-nya “Tuhan so tau itu” hehehehe.
(maaf kalo ada yg salah, [sahrul p])
Buat Mr. sahrul. Aq rasa udah jelas bahwa Tuhan itu punya nafsu, Seandainya Tuhan gak punya nafsu gak mungkin Dia menciptakan dunia n segala isinya ini. Sengaja Tuhan menitipkan nafsunya ke kita manusia agar ada pemikiran di dalam diri kita bahwa Tuhan itu suci.
Untuk comment yang kedua “Itu karna kita tidak lebih tahu dari Tuhan”. Sekarang kalo misalnya emang Tuhan berniat baik ke kita, seharusx keberadaan malaikat sebagai ciptaan-Nya udah cukup buat Dia. Toh malaikat lebih taat kepada-Nya dibandingkan kita. Kenapa harus menciptakan kita yang pada dasarnya adalah pembangkang. Ini kembali membuktikan tentang keegoisan-Nya. Apakah tidak cukup penghambaan para malikat kepadanya.
Untuk comment yang ketiga, aq rasa udah sangat jelas bahwa Tuhan sengaja menciptakan nafsu dalam diri kita untuk menghancurkan segala kebajikan kita. Ini hanya seperti sebuah game buat kita, selagi kita berbuat baik kita diberi pahala, dan ketika kita berbuat jahat kita berdosa. Mungkin anda bisa mengatakan kurang adil bagaimana lagikah Tuhan kita, toh kita diberi segalanya untuk bisa berbuat kebajikan. Jawabannya adalah kembali kepada penciptaan nafsu itu sendiri. Seandainya kita gak pernah diberi nafsu maka sudah tentu yang ada adalah kebajikan.
Untuk comment yang keempat, saya rasa anda salah menfsirkan pernyataan saya, saya gak pernah mengatakan bahwa Tuhan tidak demokratis, saya hanya mengibaratkan kalo saja Tuhan menghukum saya hanya karena menulis tentang pemikiran saya ini, maka itu tidaklah demokratis.
Untuk comment yang terakhir, mungkin anda bisa mengatakan hal yang seperti itu karena gak ada kecacatan dalm tubuh anda. Seandainya anda adalah seorang yang cacat, saya yakin anda mungkin akan berpandangan lain. Anda mengatakan kalo mereka mau bersabar dalam kecacatanya tersebut mungkin mereka akan mendapat balasan yang setimpal. Bicara mengenai kesabaran, kita semua tahu bahwa yang namanya kesabaran itu ada batasnya. kita bukan Tuhan yang punya kesabaran yang luas yang gak ada batasnya. Pada saat kesabaran itu menghilang yang ada adalah penyesalan dan penghakiman terhadap diri sendiri. Jadi, apakah kita bisa mengatakan bahwa masih ada keadilan buat mereka.
Kesimpulannya adalah selama masih ada yang memertanyakan keadilan Tuhan maka bisa dikatakan, masih ada keraguan disana dalam meyakini keadilan Tuhan.
adil apa gak dimata siapa aja…tuhan tetaplah tuhan… gak bakalan turun pangkat, dimutasi, atau dipecat dari jabatannya sebagai tuhan…
hehehe sory..
hanya ocehan gak jelas dari orang yang udah lama gak mikirin tuhan…
adil apa gak…saya ingin tahu bagaimana action plan Jhon bila dia diangkat menjadi Tuhan.
and kalo emang Tuhan ga adil, John bisa liat diri John sendiri. bagaimana John dulu dan John skrg.
kalo saya mah, adil ato ga adil, Dia Tuhan…dan lebih jauh menyambung kalimat cele, kita ga bisa melawan Tuhan
Kalo aq jadi Tuhan, hal yang susah untuk dibayangkan tapi bukan berarti tidak ada plan. Hal yang mungkin aq lakukan adalah membiarkan adam dan hawa tetap di surga, sekalipun mereka udah ngelanggar perintah. Paling kalo dihukum, hukumannya push up aja kali ya, kayak yang dibikin ama pak sharif or pak ujang ke kita.
Aq melihat diriku yang dulu dan yang sekarang gak ada bedanya, aq adalah orang yang sedang mencari kebenaran dan keadilan Tuhan.
relative …
ya manusia itu makhluk yg relative …
waduh siapa nih yadunk?
anggota JIL yang baru di lantik yah…
cek..cek… Tuhan kok dipertanyakan… kalo keadilan Tuhan dipertanyakan, maka yang seharusnya yang dipertanyakan adalah kewarasan orang yang bertanya….
Maaf bung, siapapun anda, anda salah kalo mengkategorikan sya sebagai anggota JIL. saya bahkan gak tahu seperti apa itu JIL. Anda mungkin tahu tapi saya tidak. Dan yang saya utarakan adalah hasil pemikiran saya sendiri, dari pengalaman hidup saya pribadi. Jadi gak ada hubungannya dengan jaringan apapun.
Kalo anda gak punya pemikiran seperti saya, itu saya hargai. Toh bisa jadi mungkin saya udah gak waras, tapi itu dari sudut pandang anda. Waras atau tidak adalah hal yang relatif. Kita bisa menciptakan barometer kita masing2.
Anyway, maksih untuk commentnya.
Ngelanjutin comment saya buat elqassam, mungkin anda perlu bertanya ke diri anda sendiri apakah anda jadi muslim karena kesadaran anda sendiri ataukah hanya karena ngikutin kepercayaan ortu anda.
hahaha…
ane sudah jadi muslim sejak ruh ane diciptakan Allah, lengkap dgn syahadatnya! bukan karena ortu! emang nt siapa yg ciptain, kok nanya gitu…? haha
Baguslah kalo gitu, mudah2an nt bisa tetap istiqomah dengan kepercayaan dan keyakinan anda.
sip!!!
namanya juga di dunia maya… jgn diambil hati… hehe
sebuah pemikiran yang benar2 kritis….
ane cuma bisa comment…
Tuhan maha adil…
1.sebab oksigen yang diciptakan diberika gratis kepada setiap ummatnya tidak mengenal gender,agama,cacat,or lain2…(bukan kah itu menunjukkan tuhan maha adil untuk sebuah kelangsungan hidup manusia)2.Tuhan memberika kesempatan janji kepada semua umatuntuk masuk surga asal kan di mau berbuat apa yang di perintahkan…
3.suatu yang naif menanyakan keadilan tuhan hanya dari pandangan orang2 yang di beri kekurangan fisik or mental….sebab orang2 yang kekurangan itu belum tentu berpikiran begitu seperti pak yahya pikirkan,,,
Pengertian ADIL di atas kan hasil dari pemikiran manusia aja. Gimana kalo gua blg Adil adalah segala sesuatu yang dimaui Allah tanpa peduli kerelaan makhluknya. Sah2 aja kan kalo saya bikin definisi kayak gitu???
Nafsu diciptakan untuk menguji manusia. Anda tidak dapat disebut “jago bakalae” kalo Anda tidak pernah berkelahi. Anda tidak dapat disebut kuat kalo tidak pernah ngangkat barang. Anda tidak dapat dikatakan pintar kalo tidak pernah ikut ujian. Nilai ujian itulah yang menentukan IQ Anda, bukan? Anda tidak dapat dikatakan jujur jika Anda tidak pernah dihadapkan dengan duit jutaan yang “basah”. Bukankah untuk mendapat julukan Sopir yang hebat, Anda harus nyetir mobil dulu? Anda tidak dapat dikatakan punya iman kuat kalo Anda di Masjid terus. Iman dapat dikatakan kuat kalo Anda masuk diskotik dan tidak tergoda untuk melakukan segala hal yang dilarang Tuhan. “Ikhwan2″ kayak, MAAF, kader2 PKS terlihat alim karena emang mereka bergaulnya sama orang2 itu aja. Wajarlah… Kalo mereka gaulnya sama preman, cewek2 yang pakaiannya minim terus mereka tetap bertahan alim seperti itu, itulah yang dikatakan hebat. Jadi hikmah nafsu diciptakan manusia sebagai penguji iman atau tantangan bagi seseorang. That’s the beauty of life. Tanpa tantangan, hidup ini nothing.
Tuhan tidak mempermainkan kita. (kalopun iya, so what?) Dia ngasih kita bakat untuk baik dan jahat. Kemudian dibentangkanlah kedua jalan bagi kita. Ditunjukilah kita jalan menujuNya. Tugas kita adalah untuk mengambil pilihan jalan mana yang kita tempuh.
Demokrasi adalah sistem yang salah. Demokrasi didasarkan pada suara terbanyak, bukan pada kebenaran. dalam demokrasi kalo semua orang setuju 3×3=7, maka itulah keputusannya. Jadi ngapain kita mendewakan demokrasi?
sory, ana tidak mendewakan demokrasi. ana melihat pengertian demokrasi dari segi kebebasan berpikir dalam artian setiap orang punya hak bicara n berpendirian secara bebas bukan dari pengambilan keputusan.
Bagus juga pandangan kau tu..tapi kalau kau nak bebas tak mau percaya tuhan kan lagi baik . Terserahlah sebab sampai masa kau akan mati juga , booking neraka terus…alang-alang. Bukankah neraka itu luas, kat dunia ini pun kau dah boleh tengok neraka…tengok saja matahari tu..siapa yang cipta ,kau ke..atau nenek kau…suhunya berjuta degree celcius…
Ndak ngira ternyata masih ada komen di bawahx qoru. komenx sih biasa2 aja, terlalu dangkal malah. Alumni juga ya?
bertanya bukan berarti nggak percaya. bertanya artinya kita berusaha mencerna atau mencari sebuah jawaban. Dari keraguan bisa aja timbul kepercayaan. Dari percaya bisa juga jadi gak percaya. semua tergantung bagaimana kita mennimbang segala sesuatux.
anyway ini trit lama, ana comment cmn sekedar ngereply aja buat saudara/i johari.