Aril : Berkontribusi pada almamater adalah yang terpenting

Wawancara alumni kali ini menghadirkan seorang alumni insan cendekia gorontalo angkatan ke-3 yang juga alumni Universitas Airlangga Surabaya (Unair). Nama gaulnya Aril bukan Ariel dan Nama lengkapnya Syahril Razak. Ariel Aril juga suka berkontribusi diblog ini menggunakan nama Ben Shalom. Saat diwawancara, statusnya masih single dan saat ini Ariel Aril (salah trus neh nulisnya) bekerja di Bank Danamon Indonesia Bekasi-Kemang Pratama. Yang mau buka rekening danamon ?? silahkan aja ke bank yang bersangkutan (ga da hubunganya yah ?).
Menurut mas Aril (nah ini baru bener) hal yang terpenting sebagai seorang alumni insan cendekia gorontalo adalah kontribusi terhadap almamater. Kenapa demikian ?? untuk lebih jelasnya, simak wawancara saya dengan mas Aril via friendster message berikut ini.
(Q = Question dari saya, A = Answer dari Aril)
Q: Apakah anda bangga menjadi Alumni insan cendekia ?? alasannya ??
A: Sure….. Jika saya seperti saat ini itu karena jasa baik Insan Cendekia, terkutuk orang2 yang melecehkan Insan Cendekia…mengaku almunus ataupun siswa IC tapi omongannya kayak lolongan anjing aja….yang keluar omelan, ejekan dan hinaan untuk IC dan semua di dalamnya…sekali lagi terkutuklah orang tersebut dan tidak patut dia masuk ke dalam komunitas kita…
Q: Apa manfaat dari ikatan alumni insan cendekia menurut pendapat anda ??
A: Yang pasti bukan untuk jadi alat politik kan??? tapi bagaimana kita bisa berkontribusi pada almamater kita, itu yang terpenting… Saya melihat kita sekarang masih terkotak-kotak, entah ada politik apa lagi?? Saya melihat ada kubu Makassar, Kubu Surabaya, Kubu Gorontalo, Kubu Manado, Kubu Bandung dan Jakarta…Bicaranya idealis semua, tapi cuman sampe pada tatar retorika aja, semua pengen perfect tapi yang keliatan bolong disana-sini…so bagaimana mau maju??boro2 ingat almamater yang ada cuman berebut tahta dan politik bagaimana kubu saya bisa menguasai kepengurusan…ga dewasa itu namanya…
Q: Bayangan anda tentang ikatan alumni 20 tahun kedepan ???
A: Nothing, kalo kita ga mendewasakan diri kita masing2, berpikir tentang almamater dan bukan politik untuk menjadi pengurus (kayak parpol aja)
Q: Bagaimana pendapat anda tentang trend cari jodoh sesama alumni ??
A: ah…itu sih terserah masing2, yang pasti cari jodoh di luar almamater ga masalah kan!? sesuai hati nurani masing2 aja lah….kalo memang cocok GO AHEAD..
Q: Bagaimana seandainya anda menjadi ketua ikatan alumni??
A: saya tidak tertarik menjadi ketua almuni, cukup jadi tukang kritik aja…that’s better, mungkin fungsi kontrol lah…
Q: Pesan untuk teman – teman alumni yang lain ??
A: Kapan reuni raya bisa diadakan??
Q: Bagaimana pendapat anda tentang Man Insan cendekia yang sekarang katanya berstandard internasional ??
A: Saya bangga pernah sekolah di Insan Cendekia
Q: Pesan untuk adik – adik yang masih di insan cendekia ???
A: Semua udah ada, apalagi sih yang kurang, kalo kalian ga berprestasi keterlaluan namanya!!!!jaman kita dulu yang masih serba kekurangan bisa mengharumkan nama IC kok kalian ga bisa????
Q: Pendapat anda tentang blog komunitas fscendekia ???
A: Bagus, secara saya juga suka nulis disitu hehehehe
Ok deh mas Ariel Aril (sorry, salah lagi nulisnya) salam buat teman – temanya yang di Bank Danamon (yang cewek lho.. hihihi). Kabur !!! ![]()












“terkutuk orang2 yang melecehkan Insan Cendekia…mengaku almunus ataupun siswa IC tapi omongannya kayak lolongan anjing aja….yang keluar omelan, ejekan dan hinaan untuk IC dan semua di dalamnya…sekali lagi terkutuklah orang tersebut dan tidak patut dia masuk ke dalam komunitas kita…”
– kadang kita butuh orang-orang seperti itu sekedar untuk mengingatkan kita agar gak sombong/tinggi hati. Justru ketika ejekan ataupun hinaan itu datang bisa memotivasi kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Banyak muslim bangga dengan Islam-nya. Hanya dengan Islamnya, bukan bagaimana dia menjadi seorang muslim!! Bayangkan jika ada alumni IC yang jadi penjahat trus dia ngomong “saya bangga jadi alumni Insan Cendekia”!
Kebanggan itu seharusnya bukan pada Insan Cendekia-nya tapi terhadap bagaimana Insan Cendekia menjadikan saya sebagai insan yang baik dan berguna.
Maaf kalo kata-katanya terlalu menyinggung.
:mikir setuju deh
– kadang kita butuh orang-orang seperti itu sekedar untuk mengingatkan kita agar gak sombong/tinggi hati. Justru ketika ejekan ataupun hinaan itu datang bisa memotivasi kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Banyak muslim bangga dengan Islam-nya. Hanya dengan Islamnya, bukan bagaimana dia menjadi seorang muslim!! Bayangkan jika ada alumni IC yang jadi penjahat trus dia ngomong “saya bangga jadi alumni Insan Cendekia”!
Comment: “kita” siapa???lalu dimana kebanggaan alumninya kalo semua pada mengejek???apa itu layak disebut alumni….mungkin perlu dibedain kritik dan ejekan….beda tipis banget kan!?
SAMLEKUM
weleh-weleh….makin panas nih hawa’a….ikutan ah…duh mas aril semangat bener sih…relax lah…
Cantik itu RELATIF, tapi Jelek itu ABSOLUT… (^_^)
begitu pun dengan setiap pernyataan-pernyataan yang kita kemukakan, itu semua bernilai relatif…
eh nyambung gak ya???? hihihihi….karena itu lah kita semua ada..seperti lagu “Panggung Sandiwara” nya Nike Astria…
buat mr.Q (Syamsul)…di web ini aku masih bisa kontribute gak?
Klo masih bisa, lantas piye carane Dab????
Makase
Regards
Wassalam
yudhi: mo kontribusi silahkan… tinggal daftar…trus nulis deh…
wah… kalo saya bilang saya bangga dengan endonesia dan cinta setengah mati trus pasti diejek… dan dianggap mengada-ada! tapi kalo saya njelek2in sekolah dilemparin batu…. kok ya saya pokoke harus bangga dengan almamater, gak takut jadi berhala? mbok jangan pake standar ganda…
baidewei, ini situs apa sih? kok rame?
mas joko: sila diliat di halaman tentang kami…
Bangga dengan almamater = berhala???? Dialektika apa lagi??
Padahal saya cuman mau bilang, kenapa sih kita yang adalah alumnus Insan Cendekia suka banget jelek-jelekin almamater kita sendiri (saya ingat dengan salah satu postingan yang ada di groups friendster Insan cendekia, panas banget kuping dengernya), menghujat dan mencela Insan Cendekia beserta civitas academica di dalamnya…keterlaluan ga sih??dan yang bikin saya kesal lagi, kok si admin dengan tenang2 aja, ga ada comment, teman2 yang lain juga pada diam ga ada comment atau kritik yang tajam buat si pelaku…..
Satu hal yang patut kita pikirkan, biar langit runtuh, matahari terbit dari barat, dunia kiamat, kita semua (alumnus insan cendekia) bisa berhasil seperti saat ini karena JASA BESAR INSAN CENDEKIA DAN CIVITAS ACADEMICA YANG ADA DI DALAMNYA, baik atau buruk, suka atau tidak suka, MEREKA SEMUA YANG MEMBENTUK KITA BERHASIL SEPERTI INI…
Toda…..
Thats the truth….
yang didiskusikan ini opo toh ?? kok saya jadi bingung… tingkat tinggi ya ??
Koe ora ngerti tha jek?. Sami kulo ora ngerti pisan.
waw…
cuaca surabaya yang puanas banget koq jadi tambah panas ya?
smua yang k aril bilang ada benarnya (mungkin benar smua yach?!!!)
tapi seperti kata k yudhi, smua relatif (n ini namanya anugrah,,,)
cuma betul yang k aril bilang, ….harus ada solusinya juga. g hanya sekedar comment (ejekan-kritikan-n bla-bla) doank!!!
btw…kapan dunk kita ngangkat nama almamater qt?
ada ide????
NB : kapan nich alumni surabaya ke surabaya lagi??? wah, keenakan di negeri orang kali yach??? (he….3%, penutup doank!!!)
Tenang Rief…Pelan Tapi Pasti…saya mencoba memasuki belantara tingkat tinggi (Profesional&Pemerintah), bersama rekan yg lain, dan mungkin malah kamu juga udah memasuki’a tanpa kamu sadari..
Almamater IC sudah terdengar di kalangan tingkat tinggi (apa tah!!!!)…nah tinggal tingkat naluriah kita2 aja akan pentingnya orientasi IC ke depan….
bener juga kamu Rief, keenakan di negeri orang eh kontribusi nya malah lewat forum kayak gini ja…
Maaf ya guys…
Thanks God thats pics dissapeared from this thread…
Baruch HaElah, Alhamdulillah….
why you make it dissapeared mr shalom ??? hehehe
aduh aril, jangan marah gitu donk :+)
Kak syamsul kan cuma nanya, gimana sih commentnya buat alumni IC.
tapi jangan sekeras itulah, kayak kita gak punya perasaan aza.
Tapi emang bener yang kamu bilang, masih mending jadi tukang kritik daripada jadi ketua ICG tapi cuma mampu berkoar2 dan membiarkan ada gap antara sesama alumni.
Mas Aril Mana Kontribusinya untuk alumamater……….